Jejak Sejarah Hari Puisi Indonesia, Berawal dari Hari Lahir Chairil Anwar
- 26 Jul 2026 13:21 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Setiap tanggal 26 Juli, masyarakat sastra di Indonesia memperingati Hari Puisi Indonesia. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi karya-karya puisi sekaligus mengenang jasa penyair besar Chairil Anwar yang lahir pada 26 Juli 1922 dan dikenal sebagai pelopor puisi modern Indonesia.
Pemilihan tanggal 26 Juli didasarkan pada hari kelahiran Chairil Anwar. Melalui karya-karyanya seperti Aku, Karawang-Bekasi, dan Diponegoro, Chairil membawa pembaruan dalam dunia perpuisian Indonesia dengan gaya bahasa yang lebih bebas, lugas, dan penuh makna.
Hari Puisi Indonesia pertama kali dideklarasikan pada 22 November 2012 dalam Pertemuan Penyair Indonesia (PPI) di Pekanbaru, Riau. Deklarasi tersebut dihadiri sekitar 40 penyair dari berbagai daerah dan dipimpin oleh Presiden Penyair Indonesia saat itu, Sutardji Calzoum Bachri.
Gagasan penetapan Hari Puisi Indonesia lahir dari kalangan sastrawan, salah satunya diprakarsai oleh Rida K. Liamsi. Tujuannya adalah memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mencintai puisi serta memperkuat peran sastra sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Selama lebih dari satu dekade, Hari Puisi Indonesia diperingati melalui berbagai kegiatan, seperti pembacaan puisi, diskusi sastra, peluncuran buku, hingga festival budaya di berbagai daerah. Beragam kegiatan tersebut menjadi wadah bagi penyair dan pecinta sastra untuk terus menjaga tradisi literasi di Indonesia.
Dalam perkembangannya, pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan pada tahun 2025 memberikan pengakuan resmi terhadap Hari Puisi Indonesia yang diperingati setiap 26 Juli. Pengakuan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas peran puisi dalam memperkaya kebudayaan nasional.
Peringatan Hari Puisi Indonesia tidak hanya menjadi penghormatan kepada Chairil Anwar, tetapi juga menjadi pengingat bahwa puisi merupakan media yang mampu menyuarakan gagasan, perasaan, dan semangat zaman. Melalui peringatan ini, diharapkan minat masyarakat terhadap sastra, khususnya puisi, terus tumbuh dan berkembang di berbagai kalangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....