Fenomena "Gym, Self-Love, dan Healing" Jadi Bagian Gaya Hidup Religius Anak Muda Muslim
- 20 Mei 2026 17:05 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Fenomena gym, self-love, dan healing kini semakin akrab di kalangan generasi muda muslim. Perubahan ini mencerminkan pergeseran cara pandang dalam menjalani kehidupan beragama yang lebih personal dan kontekstual.
Hal tersebut disampaikan Wardatun Nadhiroh dalam acara Sore Ceria: Siaran Keagamaan RRI Pro2 Banjarmasin pada Selasa, 19 Mei 2026. Ia menjelaskan, religiusitas anak muda saat ini tidak hanya terlihat melalui ibadah formal, tetapi juga dari aktivitas keseharian yang memiliki makna spiritual.
Menurutnya, media sosial menjadi ruang utama berkembangnya tren tersebut di kalangan generasi muda. Platform digital memperlihatkan bagaimana gaya hidup sehat dan spiritual dapat berjalan beriringan dalam kehidupan sehari-hari.
Aktivitas olahraga di gym, misalnya, tidak lagi sekadar bertujuan membentuk tubuh ideal. Banyak anak muda memaknainya sebagai bagian dari menjaga kesehatan sekaligus bentuk tanggung jawab terhadap tubuh.
Wardatun menilai tren tersebut menunjukkan adanya integrasi nilai agama dalam gaya hidup modern. Generasi muda mulai memilih aktivitas yang tetap selaras dengan prinsip keagamaan.
“Self-love dalam konteks ini bukan berarti egois. Namun, bagaimana seseorang mampu menerima dirinya sebagai ciptaan Tuhan dengan segala kelebihan dan kekurangan,” ujarnya.
Konsep healing juga berkembang sebagai respons terhadap tekanan hidup yang semakin kompleks. Generasi muda dinilai menghadapi berbagai tuntutan yang memengaruhi kondisi mental dan emosional mereka.
“Banyak anak muda saat ini merasa lelah secara emosional karena tekanan hidup. Karena itu, mereka mencari ruang untuk menenangkan diri, termasuk melalui pendekatan spiritual,” ujar Wardatun Nadhiroh.
Di Banjarmasin, fenomena tersebut terlihat dari pola hidup generasi muda yang memadukan religiusitas dengan modernitas. Mereka menjalani kehidupan beragama secara fleksibel tanpa meninggalkan nilai-nilai utama.
Meski demikian, fenomena ini perlu disikapi secara bijak oleh semua pihak. Keseimbangan antara tren dan pemahaman agama dinilai menjadi kunci agar nilai spiritual tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....