Menggali Emosi Puisi dari Kata hingga Nada
- 02 Apr 2026 15:20 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kekuatan utama dalam seni, termasuk puisi dan musik, terletak pada aspek emosional. Inti dari kesenian itu ada pada perubahan suasana dan emosional.
"Ketika itu tersampaikan, penonton bisa merasakan pengalaman yang mendalam,” ujar Candra Hasan - dalam Pandiran Baisukan Pro4 RRI Banjarmasasin, Selasa 1 April 2026.
Purnawirawan TNI AD berpangkat Letkol ini mengatakan, banyak seniman sering menggunakan istilah “rasa”. Namun belum tentu memahami bagaimana cara membangun rasa tersebut secara teknis.
"Proses menghadirkan emosi dalam puisi memerlukan pengalaman batin, latihan, serta pemahaman terhadap struktur bunyi dan diksi yang tepat," katanya.
Candra mengatakan, puisi merupakan salah satu karya sastra tertua yang berkembang dari berbagai bentuk seperti sajak, syair, hingga lirik lagu. Puisi tidak hanya soal kata, tetapi juga berkaitan erat dengan bunyi dan nada yang mampu membangun suasana emosional bagi pendengar.
Dalam kesempatan itu, Candra Hasan turut membagikan teknik sederhana untuk memunculkan emosi melalui pengolahan napas. Napas adalah kunci.
"Tarikan dan hembusan napas dapat memengaruhi warna suara dan emosional seseorang saat membaca puisi atau bernyanyi," ujarnya.
Candra Hasan juga menyoroti pentingnya harmoni antara berbagai unsur pendukung dalam pertunjukan, seperti kualitas pembacaan puisi, musik pengiring, hingga tata suara. Menurutnya, karya yang baik tidak hanya ditentukan oleh isi, tetapi juga bagaimana karya tersebut ditampilkan secara utuh kepada audiens.
Candra juga memperdengarkan karya puisinya berjudul Secret of the Heart serta karya dari adiknya. Ia menjelaskan bahwa puisi tersebut menggambarkan perjalanan batin seseorang dalam memahami cinta dan akhirnya kembali kepada nilai spiritual.
Candra mengingatkan bahwa menggali potensi emosional dalam senandung puisi bukanlah proses instan. Dibutuhkan latihan, pengalaman, dan kesadaran artistik agar karya yang dihasilkan mampu menyentuh perasaan penikmatnya.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan teori, tetapi harus terus berlatih dan merasakan sendiri prosesnya agar pesan dalam karya benar-benar sampai,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....