Komunitas GACA Kembangkan Gerakan Literasi di Tanah Laut
- 16 Mar 2026 16:18 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Komunitas GACA (Gemar Membaca) hadir sebagai wadah literasi yang digagas anak-anak muda di Kabupaten Tanah Laut untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Komunitas ini menyediakan ruang membaca yang lebih terbuka dan fleksibel agar dapat diakses oleh berbagai kalangan.
Hal tersebut dibahas dalam dialog komunitas literasi di RRI Pro 2 Banjarmasin pada Minggu, 15 Maret 2026. Dialog tersebut menghadirkan Hafiz Ibnu Yaman selaku Ketua Komunitas GACA, Isyana Rahma, S.H. sebagai Sekretaris GACA, serta Muhammad Rafly yang bertugas sebagai Koordinator Buku.
Dalam kesempatan itu, Ibnu menjelaskan bahwa Komunitas GACA resmi berdiri pada April 2025. Ide pembentukannya berawal dari diskusi dengan salah satu penggiat literasi di Banjarmasin yang menyoroti minimnya komunitas literasi aktif di Tanah Laut.
“Kalau perpustakaan daerah kan terbatas jam operasionalnya,” ujarnya. “Kami ingin menghadirkan komunitas literasi yang waktunya lebih fleksibel dan bisa diakses siapa saja.”
Sebagai upaya mendekatkan literasi kepada masyarakat, GACA rutin menggelar lapak baca di salah satu ruang terbuka hijau di Pelaihari. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap Kamis dan Minggu sore.
Sekretaris komunitas, Isyana Rahma atau yang akrab disapa Ismi, mengatakan lapak baca itu ditujukan untuk menjangkau berbagai kalangan. Tidak hanya anak-anak, tetapi juga remaja hingga orang dewasa.
Selain menyediakan buku bacaan, GACA juga mengadakan berbagai kegiatan literasi. Kegiatan tersebut antara lain diskusi buku, mewarnai, hingga aktivitas edukatif lainnya.
“Biasanya dari diskusi buku itu banyak yang akhirnya tertarik untuk ikut bergabung dengan komunitas ini,” kata Ismi.
Pada masa awal berdiri, komunitas ini juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah menarik minat masyarakat untuk datang ke lapak baca.
Ibnu mengungkapkan pada awal kegiatan, lapak baca mereka sempat disalahartikan sebagai tempat penjualan buku. Hal tersebut terjadi karena belum adanya atribut yang menandakan kegiatan literasi.
Untuk mengatasi hal itu, mereka kemudian menambahkan kegiatan mewarnai bagi anak-anak. Dengan cara tersebut, orang tua yang mendampingi anak-anaknya juga mulai tertarik untuk membaca.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....