Komunitas Literasi Sebuku HSU Tumbuhkan Minat Baca
- 16 Feb 2026 19:26 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Komunitas literasi Sebuku HSU memperkenalkan gerakan membaca yang dibangun dari lapisan Masyarakat bawah. Gagasan tersebut disampaikan dua pendirinya, Syaukani dan Hafidzah, dalam program dialog Community Talk di RRI Pro 2 Banjarmasin, Minggu, 15 Februari 2026.
Berbasis di Amuntai, Sebuku HSU lahir dari keresahan atas rendahnya minat baca anak-anak terhadap buku nonpelajaran. Kondisi itu mendorong keduanya mencari cara agar bacaan lebih mudah diakses masyarakat.
Syaukani menjelaskan, ide awal gerakan ini cukup sederhana, yakni membawa buku ke ruang publik. Dengan cara tersebut, masyarakat dapat mengakses bacaan secara mudah dan gratis.
Sementara itu, Hafidzah menambahkan bahwa pengalaman praktik mengajar ke sekolah sejak 2020 semakin menguatkan kegelisahan mereka. Dari interaksi langsung dengan siswa, keduanya melihat masih rendahnya kedekatan anak-anak dengan buku bacaan.
“Kami melihat satu hal yang cukup miris bagi kami, anak-anak terutama tingkat SD, SMP, dan SMA banyak yang asing dengan buku,” kata Hafidzah. “Dari situlah muncul kegiatan awal sebelum menjadi komunitas, yakni lapak baca.”
Kegiatan lapak baca mulai digelar pada 2022 dengan berbagai keterbatasan. Syaukani menyebut, mereka hanya bermodalkan dua kotak buku yang dibawa menggunakan sepeda motor serta spanduk bekas tanpa fasilitas pendukung yang memadai.
“Sehabis kegiatan, orang mengira kami berjualan, ujarnya. “Namun seiring waktu kami melengkapi perlengkapan, hingga akhirnya masyarakat mulai mengenal lapak baca ini.”
Lapak baca rutin digelar dua kali dalam sebulan setiap Minggu di ruang terbuka, seperti Taman Putri Junjung Buih dan Lapangan Pahlawan. Anak-anak dan remaja diajak membaca bersama, berdiskusi ringan, serta mengenal berbagai jenis buku nonpelajaran.

Seiring meningkatnya antusiasme masyarakat, pada 2023 kegiatan ini resmi berkembang menjadi komunitas Sebuku HSU dengan 12 anggota inti. Memasuki 2025, jumlah anggota dalam grup komunikasi daring mencapai sekitar 70 orang, meski penggerak aktif tetap berasal dari belasan anggota awal.
Selain lapak baca, komunitas Sebuku HSU kini aktif menggelar diskusi buku, seminar literasi, serta berbagai lomba, seperti membaca nyaring. Kegiatan tersebut menjadi upaya berkelanjutan untuk memperluas akses dan minat baca masyarakat.
Mereka berharap gerakan ini mampu meningkatkan budaya literasi di wilayah Hulu Sungai Utara. Komunitas tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai komunitas literasi di daerah lain yang telah menjadi inspirasi dalam membangun ruang baca bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....