Pandiran Baisukan Hadirkan Cerita Inspiratif Pemain Biola Muda
- 13 Nov 2025 17:55 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Siaran Pandiran Baisukan bersama PAPPRI edisi Rabu, 12 November 2025 di Pro 4 RRI Banjarmasin menghadirkan tema menarik, “Nada, Nalar, dan Masa Depan”, bersama narasumber Aisha Athiyya, seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat yang juga dikenal sebagai pemain biola muda berbakat.
Dalam siaran tersebut, Aisha menceritakan awal ketertarikannya pada biola sejak usia enam tahun setelah melihat penampilan di acara kantor ayahnya. “Saya langsung bilang ke papa ingin belajar biola, dan dari situ mulai les sampai sekarang,” ujarnya.
Aisha juga menceritakan ketekunannya selama 15 tahun memainkan alat musik gesek yang dikenal penuh teknik dan keindahan nada, serta kesulitan dalam proses belajar biola yang memerlukan ketelitian, posisi tubuh yang tepat, hingga teknik memegang bow.
“Dulu selama 11 tahun saya salah posisi. Baru saat resital kelulusan SMA saya sadar cara yang benar dan ternyata pengaruhnya besar terhadap suara,” ungkapnya sambil menunjukkan teknik memegang bow yang benar.
Selain membahas teknik, Aisha menjelaskan kompleksitas musik klasik yang dipelajarinya di music school sejak kecil. “Saya menempuh pembelajaran dari grade 1 sampai grade 7. Setiap tingkat punya tantangan tersendiri, dan biayanya juga tidak murah karena termasuk pelatihan eksklusif,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pada saat pandemi sempat membuatnya gagal menuntaskan resital akhir yang sudah disiapkan sejak lama.
Di balik perjalanan musikalnya, Aisha tetap menyeimbangkan dunia akademik dan seni. Baginya, musik dan ilmu kedokteran memiliki kesamaan: keduanya membutuhkan presisi, kesabaran, dan perasaan. “Main biola itu seperti merangkai logika dan rasa. Ada nalar di balik nada,” tuturnya dengan penuh makna.
Melalui kisah Aisha Athiyya, Pandiran Baisukan menghadirkan inspirasi bagi generasi muda Banua untuk tidak takut mengejar passion di tengah kesibukan akademik. Siaran ini menegaskan bahwa harmoni antara ilmu, seni, dan nalar dapat menjadi bekal penting menuju masa depan yang seimbang dan bermakna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....