Elly Rahmah: Jangan Pernah Menua Tanpa Karya
- 12 Okt 2025 05:18 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Sudah akrab dengan dunia kata-kata sejak kecil, Elly Rahmah juga gemar menulis puisi. Goresan kata di buku harian miliknya adalah tempat ia menumpahkan perasaan dan imajinasinya.
Hobi yang dilakukan sejak lama karena dilatih, dibiasakan dan akhirnya terbiasa. Kini semua menjelma menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Dalam Ruang Sastra di Pro.4 RRI Banjarmasin, Elly Rahmah mengungkapkan bahwa karya puisinya banyak terinspirasi dari kehidupan sehari-hari. Bisa tentang alam dan juga nilai-nilai kemanusiaan.
Sebagaimana puisi berjudul 'Sang Penyair' karyanya bercerita tentang seorang penyair yang bukan sekedar penulis. Tapi mereka juga memiliki jiwa dan roh dari tulisannya, tentang rasa sedih, senang, rindu dan lainnya.
"Menulis puisi itu bukan sekadar mencipta kata indah saja, tapi juga cara menyampaikan pesan terhadap kehidupan. Jadi idenya itu bisa juga spontan. Kadang saat jalan ke suatu tempat tiba-tiba melihat sesuatu ya bisa saja jadi karya," kata Elly Rahma, Kamis (9/10/2025).
Ia juga mengungkapkan bahwa tidak hanya bagi penulis, seorang penyairpun harus mampu menghadirkan rasa. Hal tersebut dinilai penting karena itulah yang dikatakan dengan penghayatan.
"Terkadang saat seseorang membaca puisi dengan datar, dia akan kehilangan rasa jika tidak masuk ke dalam isi cerita," ujarnya.
Terinspirasi dengan sosok penulis Agus Suseno dan penyair senior lainnya, Elly Rahmah mengakui bahwa puisi adalah cara hati berbicara. Selain puisi 'Sang Penyair' ia juga menghadirkan dua karya lainnya yakni 'Pada Burung yang Mati Kemarin' serta 'Cinta' karya Kahlil Ghibran.
"Bagi saya membaca dan menulis itu adalah suplemen otak. Penulis puisi kalau melihat sesuatu jadi berpikir dan bisa menuangkan kembali menjadi karya yang indah dan penuh makna. Jadi, jangan pernah menua tanpa karya."ujar Elly Rahmah diakhir acara Ruang Sastra Pro.4 RRI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....