Unjun Tradisional yang Unik Milik Warga Banjar

  • 16 Jul 2025 19:52 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN; Martapura: Tantaran unjun tidaklah tergerus keberadaannya,alat pancing yang berasal dari masyarakat tradisional Banjar Kalimantan Selatan ini terbuat dari bambu kecil dan panjang. Bahkan alat pancing tradisional ini tetap digemari “bubuhan paunjunan” alias para penghobi memancing.

Konon, tantaran unjun yang memiliki letak ruas tertentu dapat membawa “keberuntungan” yakni ikan bakal banyak didapat. Bubuhan paunjunan atau para penghobi memancing yang menyukai seni tarikan atau “jerujut” (Banjar) ikan mengaku, lebih senang menggunakan tantaran unjun ketimbang alat pancing lain yang lebih modern dan praktis.

Keberadaan tantaran unjun, sebagai salah satu alat pancing ikan tradisional, tidak terlepas dari kondisi geografis wilayah Kalimantan Selatan, yang terdiri dari sungai besar dan kecil, rawa-rawa. Serta kawasan pasang surut yang begitu luas, sehingga memberikan pengaruh dalam menangkap ikan air tawar.

Dibandingkan alat tangkap ikan tradisional masyarakat Banjar lainnya, seperti lunta, lukah dan rengge. Tantaran Unjun adalah yang terpopuler digunakan dikalangan masyarakat. Selain praktis penggunaannya juga tidak memerlukan keahlian khusus.

Secara umum tantaran unjun terdiri dari empat bagian utama. Pertama adalah joran atau unjun, kemudian senar ataun tali unjun, mata pancing atau kawat unjun dan umpan unjun.

Kendati tergolong cukup sederhana, peralatan maunjun ini harus disesuaikan dengan sasaran ikan yang ingin didapatkan serta kondisi lokasi memancing ikan. Tantaran unjun sendiri terbagi dua kategori, panjang dan pendek.

Tantaran unjun yang panjang, biasanya digunakan untuk maunjat atau memaer (banjar) dengan sasaran ikan gabus. Sedangkan tantaran yang pendek untuk memancing ikan Pepuyu dan jenis ikan tawar kecil lainnya.

Layaknya bisnis alat pancing ikan modern, alat pancing ikan tradisional masyarakat banjar, juga memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. Hal itu dapat dilihat dari ramainya bubuhan paunjunan atau penghobi memancing mengerumuni para pedagang alat pancing tradisional, setiap hari libur atau sore hari, sekedar untuk membeli tantaran atau umpan memancing. Lihat saja dipasar Ahad Kertak Hanyar, Sungai Lulut dan Pasar Gambut dan pasar sungai tabuk.

Menurut salah satu pedagang peralatan memancing tradisional di Banjarmasin, Abdullah, tantaran unjun yang dijual dipasar Ahad Kertak Hanyar dan Pasar Gambut Kabupaten Banjar, pada umumnya dipasok dari daerah Anjir Kabupaten Batola Kalimantan Selatan. Hingga saat ini Anjir boleh dibilang merupakan pemasok utama tantaran unjun untuk wilayah Banjarmasin dan sekitarnya. “

Biasanya tantaran unjun itu diangkut pakai mobil pick up, bahkan ada yang pakai mobil truk,” kata Abdullah, rabu (16/7/2025).

Harga jual untuk satu tantaran unjun bervariasi. Untuk tantaran pendek biasa dijual dengan harga Rp5000 hingga Rp15000 per buah. Sedangkan tantaran unjun panjang, dijual seharga Rp40000 hinga Rp100000 per buah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....