Pesta Puisi dalam Ekspresi Rindu dan Tradisi
- 01 Mar 2025 12:59 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Pesta puisi, dalam siaran Ruang Sastra Pro4 RRI Banjarmasin, Jumat (28/2/2025) menghadirkan karya puisi Syarifah dan Ami. Keduanya membagikan puisi-puisi bertema kehidupan sehari-hari.
Syarifah, sosok yang sudah sering tampil dengan karya puisinya, membawa kembali kehangatan melalui sajak-sajaknya. Sementara Ami, memberikan warna baru dalam pembacaan puisi di acara Ruang Sastra ini.
Dalam sesi ini, Syarifah membacakan puisi berjudul "Aku Pulang", yang menggambarkan nostalgia seseorang saat kembali ke kampung halaman, terutama di bulan Ramadan. Puisi ini ditulis dari pengalaman pribadi Syarifah.
"Setiap Ramadan, saya selalu merasa ada panggilan untuk pulang, bertemu keluarga, menikmati suasana yang hanya bisa dirasakan di kampung halaman,” ujar Syarifah yang langsung mendapat respons hangat dari pendengar karena turut merasakan kerinduan serupa.
Sementara itu, Ami membawakan puisi berjudul "Jarak yang Lenyap". Puisi yang mengangkat tema perpisahan dan kerinduan ini dibawakan Ami dengan penuh emosi, sehingga berhasil menyentuh hati pendengar.
“Kadang kita merasa jauh dari seseorang bukan karena jarak fisik, tapi karena perasaan yang sulit diungkapkan. Puisi ini tentang bagaimana kita bisa menghapus jarak dengan memahami dan menerima satu sama lain,” kata Ami.
Selain pembacaan puisi, acara juga membahas bagaimana sastra dan seni pertunjukan saling berkaitan. Syarifah yang memiliki latar belakang seni tari berbagi pengalamannya dalam menari selama tiga tahun.
“Menari dan membaca puisi itu punya kesamaan. Keduanya adalah cara untuk menyampaikan cerita dan perasaan. Ekspresi seni, baik dalam bentuk tari maupun puisi, dapat memperkuat ikatan budaya dan tradisi," ujarnya, menjelaskan.
Siaran Ruang Sastra juga menjadi ajang diskusi tentang pentingnya komunikasi langsung dalam hubungan sosial. Salah satu puisi yang dibacakan, "Aku Lelah Aku Ingin Bertemu", menyoroti dampak komunikasi digital yang terkadang justru membuat seseorang merasa semakin jauh.
“Kita sering mengandalkan pesan teks atau media sosial, padahal tatap muka itu jauh lebih bermakna,” ujar Ami dalam diskusi, yang langsung mendapat tanggapan positif dari pendengar yang mengungkapkan pendapat mereka melalui pesan singkat ke WhatsApp Pro4.
Melalui topik Pesta Puisi ini, Ruang Sastra kembali membuktikan perannya sebagai wadah ekspresi budaya dan perasaan. Acara ini tidak hanya menjadi ruang bagi para penyair untuk berbagi karya, tetapi juga bagi pendengar untuk merenungkan makna hubungan, rindu, dan tradisi dalam kehidupan mereka.
Dengan semakin banyaknya partisipasi dari pendengar, diharapkan program ini terus menjadi inspirasi bagi komunitas sastra di Banjarmasin dan sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....