Kiprah Ocvan Irfana, Pembalap Banua Sukses Berbisnis

  • 27 Jan 2025 21:24 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarbaru: Akhir-akhir ini banyak sekali anak muda khususnya pelajar sekolah menengah atas sebagai pengguna motor matic mulai berani mengutak-atik pengaturan mesin bawaan pabrik. Hal ini dilakukan agar menjadi motor yang dapat melaju lebih kencang di atas rata-rata.

Fenomena ini membuat bengkel korek harian semakin menjamur di berbagai daerah, yang menawarkan beragam jasa perbaikan dan settingan khusus menambah kecepatan (speeding). Ada yang untuk jarak pendek ada juga untuk jarak tempuh yang jauh, tergantung kebutuhan pengguna motor harian tersebut.

Namun sayangnya banyak anak muda pengguna matic yang terjebak dalam pemahaman yang salah. Hal ini akibat konten pendek sosial media yang tidak tuntas dan terlanjur mempercayakan mesin motornya pada bengkel yang minim pengalaman

Sehingga mendapat penanganan yang kurang tepat dan kemudian berakibat fatal. Risiko yang terjadi pada korek mesin abal-abal adalah mesin pecah atau ‘jebol’ dalam waktu singkat yang mengakibatkan kerugian materiil karena harus membeli part baru untuk perbaikan dan juga risiko membahayakan keselamatan pengemudi.

Terdapat satu bengkel yang mulai ramai diperbincangkan oleh para pengguna matic banua yaitu ‘Nav Racing’ yang berada di Banjarbaru. Bengkel ini menyediakan produk sparepart dalam dan luar negeri, juga melayani jasa dyno test, tune up, remap ECU, maping, bubut, kolter, serta penjualan merchandise.

Buka setiap hari pada pukul 09.00 sampai dengan pukul 18.00 Wita kecuali hari jumat tutup. Melihat dari kelengkapan peralatan dan perlengkapan bengkel yang sangat canggih (computerized), serta desain bengkel yang tertata rapi, sangat bersih dan terstruktur dapat dipastikan pemilik bengkel ini adalah seseorang yang memiliki selera yang tinggi dalam dunia perbengkelan.

Bengkel Nav racing ini diprakarsai oleh seorang pembalap road race yang pernah juara pada event nasional Sentul di kelas Suzuki FU 150cc. Pembalap ini bernama Ocvan Irfana dengan nomor start 9 sebagai ciri khas atribut balapnya.

Pengalamannya malang melintang di dunia balap sejak 2006 lalu membuatnya sangat mengerti tentang riset atau pengetahuan umum seputar korek mesin motor balap. Ia bertemu dengan mekanik bernama Masdi pada tahun 2014 dan memutuskan untuk berkolaborasi dalam tim sebagai mekanik pribadi untuk kebutuhan balapnya.

Awalnya pernah dikontrak sebagai tim suzuki kemudian beralih ke tim balap honda pada tahun 2017, membuat ocvan semakin bersinar dari tahun ke tahun.

Ocvan (kiri) dan Masdi (kanan), kolaborasi pembalap dan mekanik yang membesarkan nama bengkel Nav Racing, Banjarbaru, Minggu (26/1/2025) (Foto: rri.co.id/Fida)

Ia sempat merasa jenuh menjadi pembalap di tahun 2018 dan ingin berhenti pada tahun 2019. Kemudian mereka sempat berpisah karena sang mekanik dikontrak oleh Tim Balap Malaysia. Namun tahun 2020, saat hendak mulai balapan lagi, covid melanda dunia dan balapan otomatis dihentikan.

Sempat juga balap tanpa dikontrak dengan biaya sendiri dan beberapa sponsorship, sampai akhirnya dikontrak oleh BRT Taiwan, setelah bengkelnya mulai ramai dan kewalahan sekarang ocvan jarang turun ke arena balap, ini dilakukan akhir-akhir ini hanya sebagai hobi saja.

Ia lebih memilih fokus membesarkan bengkel untuk menjawab kebutuhan para pembalap dan pemakai motor harian pecinta motor kencang di banua. Wabah Covid telah membawa hikmah tersendiri bagi kehidupannya.

Walau timnya diputus kontrak seluruhnya oleh sponsor utama dan hampir tidak ada even karena aturan protokol kesehatan telah membuat ocvan dan sang mekanik putar otak membahas bisnis apa yang dapat dikerjakan untuk mengisi kekosongan selama masa covid karena even balapan sedang sepi.

Berawal dari permintaan untuk menggarap motor 2 tak untuk balap, kemudian menjamurnya drag-drag dan klub-klub motor membuat pelanggan semakin hari semakin bertambah. Nav Racing dipercaya untuk mencoba korek motor-motor harian.

Masih dengan tampilan bengkel seadanya di masa lalu, semakin hari permintaan korek mesin harian semakin ramai. Era covid telah selesai, mendorong kemunculan trend dunia drag, touring, sunmori, singgang dan kebutuhan lainnya seputar adu kecepatan motor terutama matic.

“Saya berharap Nav Racing kedepannya bisa memiliki mesin CNC dan peralatan mesin lainnya, serta mimpi saya kelak bengkel ini bisa membuat knalpot merk sendiri,” ujar Ocvan Irfana, saat ditemui di bengkelnya, Minggu (26/1/2025).

Bengkel ini juga berusaha mengarahkan para pecinta balap untuk menjajal kemampuan di event resmi dalam sirkuit, bukan ugal-ugalan di jalanan umum. Berbekal pengalamannya di dunia balap sebagai pembalap dan menggandeng Masdi sebagai mekanik balap andalan sebagai duet maut yang menjadi pondasi kuat dalam keberhasilan bisnis bengkel Nav Racing ini.

Hasil modifikasi mesin baik bore up maupun kirian dari bengkel ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi kepada calon pelanggan lainnya, karena sangat memuaskan pelanggan ditambah lagi dengan harga jasa maupun part impor yang cukup terjangkau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....