Komunitas Kejar Mimpi Banjarmasin Beri Bantuan Buku Warkop Narasi
- 26 Des 2022 12:49 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Vice Leader Komunitas Kejar Mimpi (KM) Banjarmasin, Dian Firdaus Yusuf menyerahkan bantuan buku kepada Warung Kopi (Warkop) Narasi yang berlokasi di Komplek Yustisia, Sungai Lulut, belum lama tadi.
Daus mengatakan, Warkop Narasi ini merupakan pilot project bagi program peduli literasi di komunitas yang saat ini ia pimpin.
"Kami ingin membangun perubahan lewat usaha yang kecil. Dan donasi buku yang kami lakukan ini akan terus berjenjang terus sampai target dari program ini bisa tercapai, yakni 1.000 buah buku di warkop narasi ini," jelasnya.
Daus mengaku miris melihat kondisi literasi para kaum milenial sekarang ini. Pasalnya kaum muda zaman sekarang lebih senang membaca medsos ketimbang buku.
"Memang kita tidak bisa menghindari yang namanya kemajuan teknologi, misaljya mencari atau membaca informasi lewat internet, tapi biar bagaimana pun yang namanya buku tetap tidak bisa tergantikan sebagai jendela dunia," paparnya.
Selain itu, ia menilai bobot atau kualitas bacaan kaum muda di era modernisasi ini juga sudah mulai menurun. Sekarang banyak orang yang menurutnya gampang termakan informasi tanpa mengkajinya terlebih dahulu.
"Jadi kami harap, buku-buku yang kita donasikan ke Warkop Narasi ini bisa merangsang adanya diskusi di Warkop Narasi ini. Agar kapasitas dan kemampuan berpikir para pemuda yang datang kesini bisa terus berkembang," ujarnya.
Ia pun mengajak bagi siapapun yang ingin menyumbangkan buku, langsung datang ke Warkop Narasi atau bisa lewat pihaknya di Komunitas Kejar Mimpi Banjarmasin.
"Dengan seperti itu, artinya perpustakaan di warkop ini jadi inklusif dan bisa dinikmati oleh kalangan manapun. Pada intinya kita ingin menunjukkan bahwa makna dari ngopi itu lebih terasa jika sambil membaca buku," ucapnya.
Sementara itu, pemilik Warkop Narasi, Muhammad Fahri mengucapkan terimakasih atas donasi buku-buku tersebut. Pemilik warkop dengan konsep perpustakaan mini itu mengaku sengaja memakai konsep tersebut lantaran ingin mewujudkan impiannya, yakni ingin mengubah dunia lewat kumpulan buku-buku.
"Sejak kecil saya sudah memimpikan memiliki usaha yang tidak lepas dari aktivitas membaca buku, dan sekarang alhamdulillah sudah ada puluhan buku yang tersaji," ucap Fahri.
Bukan tanpa alasan hal itu dilakukan. Menurut Fahri, saat ini tingkat literasi dan minat baca sudah cukup memprihatinkan.
"Pasalnya, dari informasi yang saya dapat, literasi kita (Indonesia) berada pada 10 posisi terbawah di Asean. Bayangkan, bagaimana pengetahuan kita mau maju kalau dibiarkan seperti itu," ungkapnya.
Dengan alasan itulah, Fahri berani mengusung konsep berbeda dari warkop-warkop lainnya. Jika di warkop lain menyajikan live musik sebagai hiburan, di Warkop Narasi miliknya ini hanya ada buku.
Dengan buku, ia menilai maka esensi tentang pengetahuan tidak akan berkurang dan tentunya memancing sebuah keingintahuan lain. "Pastinya saya ingin warkop ini jadi tempat diskusi yang akan mengubah dunia," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....