Musik Jawa Makin Dikenal Generasi Z di Era Digital
- 02 Okt 2026 10:47 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Musik populer Jawa terus berkembang dan menemukan ruang baru di kalangan Generasi Z melalui dukungan teknologi digital dan media sosial.
- Perkembangan teknologi digital dan media sosial membuat musik berbahasa Jawa semakin mudah dikenal oleh pendengar dari berbagai latar budaya dan geografis.
- Perkembangan musik Jawa tidak dapat dilepaskan dari perubahan media yang menjadi sarana penyebaran musik dari masa ke masa, menurut Ki Sulisno, S.Sn., M.A.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Musik populer Jawa terus berkembang dan menemukan ruang baru di kalangan Generasi Z. Perkembangan teknologi digital dan media sosial membuat musik berbahasa Jawa semakin mudah dikenal oleh pendengar dari berbagai latar budaya.
Hal tersebut disampaikan Ki Sulisno, S.Sn., M.A., dalam siaran Sambung Roso RRI Pro4 Banjarmasin, Rabu, 30 September 2026. Menurutnya, perkembangan musik Jawa tidak dapat dilepaskan dari perubahan media yang menjadi sarana penyebaran musik dari masa ke masa.
Ki Sulisno menjelaskan, pada era radio dan televisi, popularitas sebuah lagu banyak ditentukan oleh frekuensi pemutaran dan luas jangkauan media. Kehadiran RRI, TVRI, industri rekaman, hingga jaringan label musik turut membuka jalan bagi lagu-lagu berbahasa Jawa untuk dikenal masyarakat luas.
Memasuki era internet, pola tersebut mengalami perubahan karena siapa pun dapat memproduksi dan menyebarkan karya musik tanpa harus melalui industri besar di Jakarta. Media sosial juga memungkinkan musisi dari berbagai daerah memperkenalkan karya mereka secara langsung kepada pendengar.
“Sekarang dengan era internet itu siapa pun bisa masuk dari manapun. Bisa dari kampung-kampung tiba-tiba bisa terkenal,” ujar Ki Sulisno.
Ia menyebut perkembangan musik Jawa juga terlihat dari perjalanan sejumlah musisi dan lagu yang kembali populer di kalangan generasi muda. Musik berbahasa Jawa hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari pop Jawa, dangdut Jawa, campursari, hingga karya yang memadukan unsur tradisional dan modern.
Menurutnya, ketertarikan Generasi Z terhadap musik Jawa tidak hanya berkaitan dengan bahasa atau lirik. Musik memiliki sifat universal sehingga seseorang tetap dapat menikmati sebuah karya meskipun tidak memahami seluruh makna liriknya.
Unsur musikal, melodi, aransemen, dan karakter suara turut menentukan daya tarik sebuah lagu. Kondisi tersebut membuat musik Jawa memiliki peluang untuk menjangkau pendengar yang lebih luas di tengah perkembangan platform digital.
Di sisi lain, Ki Sulisno mengingatkan pentingnya menjaga kesenian Jawa yang memiliki nilai tradisi dan tingkat kompleksitas tinggi, seperti karawitan dan gamelan. Menurutnya, musik populer dan musik tradisi memiliki karakter serta segmen masing-masing sehingga tidak perlu dipertentangkan.
“Bagi saya istilah pakem itu juga sesuatu yang tidak jelas juga, karena seni adalah kreativitas,” kata Ki Sulisno. “Jadi selalu ada, termasuk pendobrakan-pendobrakan itu hal-hal yang biasa.”
Menurutnya, kreativitas generasi muda dalam mengolah musik Jawa merupakan bagian dari proses perkembangan seni. Musik tradisional tetap dapat dipelajari dan dilestarikan, sementara karya baru dapat terus lahir dengan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....