Pemadihin Asal Aluh-Aluh Sabet Juara Lomba Madihin Lima Abad Banjarmasin

  • 07 Agt 2026 23:00 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pasangan pemadihin grup Dua Podok berhasil keluar sebagai juara pertama dalam lomba madihin gelaran Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin pada Sabtu, 7 Agustus 2026. Duet asal Desa Podok, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar tersebut berhasil membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp3.000.000.

Ajang yang mengusung tema "Melestarikan Madihin Menjaga Warisan Banjar" ini berlangsung semarak di Halaman RRI Banjarmasin. Anggota grup Dua Podok, Zaini Rasyid, mengaku bersyukur dan bangga dapat mengharumkan nama desanya melalui gelaran budaya tersebut.

"Alhamdulillah perjuangan kami membuahkan hasil hingga meraih juara pertama. Sebagai warga desa, pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami," ujarnya usai pengumuman pemenang.

Rekan duetnya, Sam'ani, turut mengungkapkan kegembiraannya karena dapat berkontribusi langsung dalam ajang pelestarian budaya daerah. Menurutnya, momentum peringatan hari jadi kota menjadi ruang untuk mengenalkan madihin kepada masyarakat luas.

"Kami sangat bersyukur dapat berpartisipasi meramaikan peringatan lima abad Kota Banjarmasin. Semoga seni madihin terus lestari dan makin dicintai generasi muda," katanya.

Sementara itu, pada posisi juara kedua berhasil diraih oleh grup madihin Surya Pro. Sedangkan predikat juara ketiga disabet oleh grup Sangkakala setelah melewati penilaian ketat dari para dewan juri.

Sebelumnya, Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengapresiasi kualitas seluruh penampilan di atas panggung. Ia menegaskan ajang ini difokuskan sebagai ruang apresiasi sekaligus langkah nyata regenerasi pemadihin muda.

"Pentas ini merupakan bagian dari semarak Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-500 sekaligus ajang menjaring potensi pemadihin muda. Ke depan, para pemenang akan kami berikan kesempatan untuk tampil dalam agenda resmi Pemko Banjarmasin," ucapnya.

Selain itu, performa seluruh peserta dinilai secara obyektif oleh tiga dewan juri profesional dari berbagai latar belakang. Ketiga juri tersebut yakni maestro madihin Anang Syahrani, akademisi Budi Zakia Sani, serta perwakilan madihin milenial Syahril.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....