Iput Syarafuddin Ungkap Tantangan Menulis Novel "Patah Hati Tan Malaka"

  • 30 Jun 2026 19:54 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Menulis kisah tokoh besar ke dalam sebuah novel menjadi tantangan tersendiri bagi penulis Iput Syarafuddin. Pengalaman tersebut ia bagikan saat menjadi narasumber dalam dialog Community Talk di RRI Pro 2 Banjarmasin, Sabtu, 27 Juni 2026.

“Tantangan terbesarnya adalah ketakutan, takut meleset dari segi penceritaan dan sebagainya,” ujar Iput. “Hambatan terbesar saya adalah bagian awal dari penulisan novel ini.”

Iput menjelaskan bahwa Patah Hati Tan Malaka merupakan karya fiksi yang terinspirasi dari sosok Tan Malaka. Meski berbentuk novel, ia tetap berupaya menjaga agar sejumlah bagian, terutama pemikiran Tan Malaka, tetap sesuai dengan fakta sejarah.

Di balik tantangan tersebut, Iput melihat adanya perubahan positif pada minat generasi muda terhadap tokoh-tokoh sejarah. Menurutnya, anak muda saat ini semakin terbuka terhadap pemikiran kritis dan ingin memahami gagasan para tokoh bangsa.

Iput juga menanggapi anggapan mengenai keberpihakan penulis terhadap tokoh yang diangkat dalam novel, termasuk stigma komunisme yang kerap dikaitkan dengan Tan Malaka. Ia menegaskan bahwa mengangkat kisah seorang tokoh tidak berarti harus menyetujui seluruh pemikiran tokoh tersebut.

“Bukan berarti saya menjadi seorang pengagum buta kepada Tan Malaka. Beberapa pemikirannya juga saya pikir tidak relevan lagi dengan kondisi sekarang,” ujar Iput.

Melalui Patah Hati Tan Malaka, Iput menghadirkan sosok Tan Malaka dari sisi yang lebih manusiawi, termasuk kisah tentang jatuh cinta. Ia berharap novel tersebut dapat membantu pembaca mengenal sejarah perjuangan dan pemikiran Tan Malaka melalui pendekatan fiksi yang lebih mudah dipahami.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....