Bukan Zombie Biasa, Colony Suguhkan Teror Cerdas di Layar Lebar

  • 07 Jun 2026 09:17 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin — Pecinta film horor dan zombie kembali mendapat sajian berbeda. Film Korea Selatan berjudul Colony resmi tayang perdana di bioskop seluruh Indonesia pada Rabu, 3 Juni 202. Film ini menghadirkan konsep zombie yang tidak hanya ganas, tetapi juga mampu berkomunikasi dan berinteraksi layaknya manusia modern.

Film garapan sutradara Yeon Sang-ho yang juga sutradara dari film Train to Busan tersebut disebut sebagai salah satu film zombie Korea Selatan dengan biaya produksi terbesar, mencapai 20 juta dolar AS atau sekitar Rp325 miliar. Kehadirannya pun mendapat perhatian luas setelah meraih kesuksesan box office di Korea Selatan dengan sekitar dua juta penonton hanya dalam lima hari penayangan.

Reviewer film, Desta Vafot dalam konten Tiktoknya @destafavot, menilai Colony menawarkan pengalaman menonton yang berbeda dibandingkan film zombie pada umumnya. Menurutnya, para zombie dalam film ini tampil lebih modern dengan kemampuan yang tidak lazim.

"Ini menjadi pengalaman menonton zombie yang baru dan unik. Zombienya terasa lebih kekinian dan upgrade dibanding zombie yang pernah saya tonton sebelumnya. Mereka bisa berkomunikasi, terkoneksi, bahkan memahami teknologi digital," ujar Desta dalam ulasannya.

Film berdurasi 2 jam 2 menit tersebut mengisahkan Se-jung, seorang profesor bioteknologi yang terjebak di sebuah pusat perbelanjaan setelah virus hasil rekayasa genetika bocor dan menyebar secara agresif. Bersama petugas keamanan mal bernama Choi Hyung-seok dan sejumlah penyintas lainnya, mereka berusaha mencari jalan keluar sambil menghadapi ancaman zombie yang terus berkembang.

Desta mengungkapkan kekuatan utama film ini terletak pada konsep koloni zombie yang saling terhubung dan dikendalikan oleh satu sosok sentral. Namun, ia menilai penyelesaian cerita pada bagian akhir masih menyisakan sejumlah pertanyaan bagi penonton.

"Yang paling menarik justru konsep koloninya. Para zombie bisa berkomunikasi dan dikontrol oleh satu orang. Dari sisi visual, desain zombie, hingga scoring musiknya sangat kuat. Hanya saja, penyelesaian ceritanya terasa kurang maksimal dibanding tensi yang dibangun sejak awal," katanya.

Sementara itu, salah seorang penonton, Heriyadi, yang ditemui di lobi sebuah Bioskop di Mall Banjarmasin usai menyaksikan film tersebut mengaku terkesan dengan kualitas visual dan ketegangan yang disajikan sepanjang film. Menurut saya film ini berbeda dari film zombie yang biasa.

"Efek visualnya sangat bagus dan adegan kejar-kejarnya bikin tegang. Konsep zombienya juga unik karena mereka tidak sekadar menyerang, tetapi bisa berinteraksi satu sama lain. Saya cukup puas menontonnya di bioskop," ujar Heriyadi.

Dengan perpaduan cerita fiksi ilmiah, horor, dan aksi bertahan hidup, Colony menjadi salah satu film yang layak masuk daftar tontonan bagi penggemar genre zombie. Pengalaman visual yang kuat serta konsep zombie generasi baru menjadi daya tarik utama yang membedakannya dari film-film sejenis yang telah lebih dulu hadir di layar lebar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....