Primitive Monkey Noose Tafsir Ulang Ampar Ampar Pisang
- 22 Mei 2026 18:45 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Primitive Monkey Noose kembali menyapa pendengar lewat rilisan terbaru Ampar Ampar Pisang yang dirilis Jumat, 22 Mei 2026. Lagu ini hadir setelah mereka merilis Panen Raya pada Januari 2026 lalu dengan warna berbeda yang lebih segar.
Kali ini mereka menafsir ulang lagu rakyat Kalimantan Selatan menjadi karya reflektif yang lebih dalam bagi para pendengar. Melodi yang dahulu akrab sebagai lagu anak kini dibawa menuju ruang renungan yang lebih jujur bagi setiap orang.
Richy Petroza menyebut lagu ini bicara tentang hal rapuh yang runtuh oleh kelalaian kecil yang sering tak disadari. Bahwa sesuatu yang dihampar tidak selalu hancur oleh badai besar dalam kehidupan yang kerap kita jalani sehari hari.
Lewat aransemen punk rock yang cepat mereka menghadirkan energi baru pada warisan musik daerah yang tetap hidup kini.
“Pesan kami mengajak pendengar melihat hal sederhana sebagai pondasi penting kehidupan,” kata Juli Yusman sang drummer band tersebut.
Primitive Monkey Noose memadukan ketukan menghentak dengan dinamika nada yang terasa intens dalam setiap lapis aransemen lagu ini. Pendekatan musikal khas mereka mengubah lagu tradisional menjadi ruang refleksi manusia modern yang dekat dengan realitas hari ini.
Rilisan ini menjadi penghormatan budaya sekaligus reinterpretasi berani terhadap lagu daerah yang dibawa ke makna lebih dalam kini. Nuansa gelap dan jujur memberi warna berbeda pada karya terbaru mereka yang siap menemani pendengar mulai hari ini.
Primitive Monkey Noose mengajak pendengar menemukan makna baru dari lagu yang telah lama hidup di tengah masyarakat Banua. Ampar Ampar Pisang kini tersedia di seluruh platform streaming digital melalui kerja sama demajors untuk para pendengar setia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....