Sentuhan Seni "Musik Sampah" Ubah Kelayan Barat Jadi Pusat Kreativitas

  • 10 Mei 2026 12:07 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pergelaran seni bertajuk "Musik Sampah" sukses memberi kesan mendalam bagi masyarakat Kelurahan Kelayan Barat, Banjarmasin Selatan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini melibatkan peran aktif warga sekitar dalam setiap rangkaian acaranya.

Ratusan masyarakat dari berbagai usia tampak memadati kawasan Taman Kelayan pada puncak acara Sabtu malam, 9 Mei 2026. Anak-anak hingga komunitas lokal turut ambil bagian menjadi pengisi pertunjukan seni tersebut.

Muh. Arqam selaku inisiator acara sengaja melibatkan masyarakat agar dampak manfaat kegiatan dapat dirasakan secara langsung. Ia ingin memastikan bahwa program ini memberikan nilai tambah bagi lingkungan sosial di sekitarnya.

"Karena konsepnya penerima manfaat ini tidak hanya kami saja, namun juga berdampak kepada masyarakat," ujar Arqam, Penerima Manfaat Dana Indonesiana.

Kawasan Taman Kelayan dipilih sebagai lokasi utama karena posisinya yang bersinggungan langsung dengan permukiman padat penduduk. Langkah reaktivasi ini diharapkan mampu memberdayakan warga melalui pemanfaatan ruang publik yang tersedia.

Keterlibatan masyarakat sudah dimulai sejak proses pembangunan panggung pertunjukan di lokasi acara. Selain itu, tim penyelenggara juga menggelar workshop edukasi pengelolaan limbah yang berlangsung selama lima hari.

"Itulah yang kami harapkan tertanam dalam diri anak-anak. Ini hasil yang kami bangun selama dua bulan," kata Arqam.

Kegiatan yang lahir dari keresahan penanganan sampah di Kota Banjarmasin ini mendapat dukungan penuh dari empat Rukun Tetangga (RT). Ketua RT 02 Kelayan Barat, Nuristawati, menyebut ada sekitar 50 anak yang terlibat langsung dalam pergelaran ini.

Para ibu rumah tangga di lingkungan sekitar juga diberdayakan melalui pelatihan teknis pengelolaan sampah rumah tangga. Warga pun menyambut positif agenda ini karena dianggap memberikan edukasi yang bermanfaat.

"Kami juga senang dengan adanya kegiatan ini. Dari kemarin anak-anak dan orang tuanya juga antusias," ucap Nuristawati.

Selain dampak pendidikan lingkungan, kegiatan ini terbukti mampu mendongkrak roda perekonomian masyarakat setempat. Kawasan Taman Kelayan yang biasanya sepi kini ramai dan memberikan keuntungan bagi para pedagang kecil.

"Orang-orang jualan jadi ramai. Otomatis menambah daya tarik ke kawasan ini yang biasanya sepi," ucapnya.

Pertunjukan bertema Ecomusicology Soundscapes ini menghadirkan kolaborasi antara 11 seniman dan empat komposer musik. Seluruh hasil karya bunyi dalam pergelaran ini nantinya akan diproduksi dan disebarluaskan melalui platform musik digital.

Sebagai bentuk dokumentasi berkelanjutan, tim "Musik Sampah" juga akan menerbitkan buku panduan sebanyak 50 eksemplar. Buku tersebut rencananya dibagikan ke sejumlah sekolah di Banjarmasin sebagai materi edukasi lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....