Pirunduk, Urban Legend Banua yang Difilmkan

  • 28 Apr 2026 07:44 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pirunduk adalah salah satu dari banyak kisah urban legend masyarakat Banjar yang ada di Kalimantan Selatan. Beragam cerita yang semula hanya di ketahui melalui lisan secara turun temurun, sekarang perlahan mulai difilmkan.

"Urban legend saat ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan, tidak hanya di Kalimantan Selatan. Ini menjadi upaya menjaga keberlangsungan cerita rakyat di tengah arus modernisasi," kata Pegiat budaya Banua, Faisal Embron, dalam Ragam Budaya Pro 4 RRI Banjarmasin, Minggu, 26 April 2026.

Dipercaya sebagai konsultan budaya pada film Pirunduk, Faisal mengatakan, selain sebagai hiburan, cerita yang difilmkan dianggap mampu jadi media edukasi budaya bagi generasi muda. Masyarakat Banjar memiliki beragam urban legend, diantaranya Hantu Banyu, Halang Tambunao, Hantu Sandah, Pirunduk dan lainnya.

“Cerita seperti Pirunduk hidup dari mulut ke mulut, dan film menjadi cara baru agar kisah ini tidak hilang oleh waktu yang terus berkembang. Kolaborasi dengan beberapa selebgram, 3 orang pemain nasional dan selebihnya lokal,” ujarnya.

Menurutnya masyarakat Banjar memiliki kekuatan budaya tutur. Metode itulah yang kemudian menjadi salah satu menggali lebih banyak informasi tentang Pirunduk yang saat ini dalam proses pembuatan filmnya.

Ada horor dan kekuatan refleksi budaya sungainya dengan latar belakang era 1980-an. Pirunduk merupakan kajian atau ilmu untuk menundukkan orang lain, baik jenis hitam maupun yang putih.

"Umumnya bagi orang Banjar di Kalimantan, harga diri itu lebih tinggi daripada nilai yang lain. Itulah salah satu kenapa orang-orang dulu ada yang mempelajari ilmu-ilmu demikian, agar menjadi satu-satunya, tidak tersaingi dan lain sebagianya, dan film ini punya pesan moral yang baik buat kita," ucap Faisal, menjelaskan

Semenytara itu Iberahim mengungkapkan, pengangkatan kisah Pirunduk ke layar film diharapkan tetap menjaga keaslian cerita agar tidak kehilangan makna yang terkandung di dalamnya. Terlebih saat ini merupakan era yang memiliki peluang besar dalam pengembangan cerita lokal melalui media visual.

Dengan kekuatan suasana dan nilai lokal sungai di Banua adalah daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki cerita modern atau daerah lain. Kisah lisan seperti Kuyang, Pirunduk atau lainnya yang divisualkan merupakan pemantik.

"Apabila kisah-kisah tersebut dikemas dengan baik, maka cerita daerah bisa jadi daya tarik luas tanpa harus meninggalkan identitasnya. Kreativitas visual cerita dan keterlibatan generasi muda jadi salah satu kunci keberlanjutan budaya lokal di Kalimantan Selatan," ujarnya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....