Urban Legend, Cerita Lisan ke Layar Film
- 27 Apr 2026 13:36 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Hingga saat ini fenomena urban legend masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan masih menjadi sumber inspirasi bagi para pegiat film di Banua. Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Randy Fitrawan dan Achmad Rif'at dalam acara Ragam Budaya Suluh Banua, Minggu, 26 April 2026 di Pro.4 RRI.
Muhammad Randy Fitrawan menilai beragam kisah Banjar yang disampaikan secara turun-temurun tersebut bukan hanya cerita yang menyeramkan saja, namun juga sebagai cerminan budaya sekaligus kepercayaan masyarakat. Ia menyebutkan jika urban legend masyarakat Banjar itu justru banyak memiliki nilai historis dan simbolik yang menarik untuk diangkat ke layar.
Berprofesi sebagai videographer sejak tahun 2017 hingga saat ini. Selain mendalami dunia film, ia juga membuat konten-konten yang berkaitan dengan pengalaman cerita spiritual, mistis atau tentang dunia lain di Kalimantan Selatan.
"Sekarang proses pembuatan film yang diangkat dari urban legend orang Banjar yakni Pirunduk. Meski mungkin tak mengalami langsung tapi ini tetap menarik sebab dari dulu kita sudah sering dengar kisah-kisah seperti ini," ujar Randy menjelaskan
Sementara itu Achmad Rif'at juga menyampaikan jika tantangan terbesar dalam mengangkat urban legend adalah menjaga keseimbangan antara unsur hiburan dan keaslian cerita. Menurutnya pendekatan visual dan naratif itu harus tetap menghormati konteks budaya lokal.
"Film yang dibuat jangan hanya menonjolkan horornya saja, dibalik ceritanya harus ada makna atau pesan baik untuk penontonnya. Sebuah film biasanya juga ada bumbu-bumbu dramanya, bisa percintaan, kehidupan sosial, budaya dan lainnya," ujar Rif'at
Ia melihat urban legend di Kalimantan Selatan adalah peluang besar bagi industri film daerah untuk bisa lebih berkembang. Menurutnya cerita lokal selalu memiliki daya tarik tersendiri. Dengan keunikan dan pengemasan yang tepat, kisah-kisah urban legend bisa menjangkau penonton yang lebih luas. Berbagai riset dan kolaborasi dengan masyarakat setempat dalam proses produksi dinilai penting agar cerita yang diangkat tidak melenceng dari versi aslinya.
“Urban legend itu bukan hanya milik masa lalu, tapi bisa menjadi jembatan kreatif menuju masa depan perfilman daerah,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....