Pucuk Kastela Hadir dengan Nuansa Pop Rock yang Lebih Segar
- 23 Apr 2026 07:02 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Lagu Banjar legendaris Pucuk Kastela kembali hadir dengan warna baru. Lagu yang sebelumnya dipopulerkan oleh Emelia Agus ini kini diaransemen ulang oleh Hendra Cipta sebagai bentuk eksplorasi musikal sekaligus upaya mengikuti perkembangan zaman hadir dengan aransemen yang lebih segar dengan memadukan unsur musik tradisi dan sentuhan pop rock yang kekinian.
Hendra Cipta mengungkapkan, kedekatannya dengan lagu Pucuk Kastela berawal saat dirinya mengenal penciptanya, Ennos Karli. Pertemuan tersebut terjadi ketika mereka bersama-sama membawakan lagu ini.
“Dari situ ada chemistry dengan beliau, dan akhirnya saya tertarik untuk menggarap ulang lagu ini,” ujar Hendra. Rabu, 22 April 2026.
Menurut Hendra, lagu Pucuk Kastela sebenarnya telah beberapa kali mengalami pengembangan aransemen. Sekitar satu dekade lalu, lagu ini pernah dibawakan kembali oleh Suryani Alfarichi dengan sentuhan musik panting.
Saat itu, Hendra mulai bereksperimen dengan teknologi rekaman sederhana menggunakan Adobe Audition di komputer pribadi. Hasil aransemen tersebut ternyata mendapat respons positif, khususnya dari pecinta musik panting.
“Versi yang dibawakan Suryani dulu cukup diminati, terutama oleh penikmat musik panting,” ujarnya.
| Baca juga: Edhorama Rilis EP Debut L.A.B Of Nostalgia |
Kini, Hendra kembali menggarap Pucuk Kastela dengan konsep yang lebih modern. Ia mengombinasikan instrumen tradisional seperti panting dengan elemen pop rock, sehingga menghasilkan warna musik yang lebih dinamis.

Proses produksi lagu ini memakan waktu sekitar satu bulan. Hendra mengaku mengerjakan hampir seluruh instrumen secara mandiri, mulai dari babun, panting, gitar, hingga piano. Sementara untuk vokal tetap dipercayakan kepada Suryani Alfarichi
“Alhamdulillah saya cukup puas dengan hasilnya. Lagu ini memang merakyat, mudah diingat, dan bisa dimainkan dalam berbagai genre,” katanya.
Selain Pucuk Kastela, Hendra juga tengah menggarap lagu lain berjudul 7 Purnama dengan konsep serupa, yakni kolaborasi antara musik tradisi dan modern. Ia berharap, aransemen terbaru ini dapat memperkenalkan kembali lagu Banjar kepada generasi muda tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Inovasi yang dilakukan Hendra Cipta menjadi bukti bahwa musik tradisi tetap dapat hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi. Dengan sentuhan kreativitas dan teknologi, karya-karya lokal seperti Pucuk Kastela diharapkan terus bergema, menjembatani warisan budaya dengan selera generasi masa kini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....