“Baras Kuning” Reborn dalam Balutan Jazz Big Band

  • 14 Apr 2026 12:09 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Lagu daerah Banjar “Baras Kuning” kembali mencuri perhatian publik setelah diaransemen ulang dalam balutan musik Jazz Big Band yang megah dan dinamis. Karya yang diciptakan oleh Dino Sirajudin bersama almarhum Rasni Darusman pada era 1980-an ini kini hadir dengan warna baru yang berbeda dari versi sebelumnya.

Dino Sirajudin yang juga menjabat sebagai Ketua PAPPRI DPD Kalimantan Selatan, menjelaskan bahwa lagu "Baras Kuning” awalnya ciptakan bersama almarhum Rasni Darusman pada era tahun 80-an. Dimana saat itu untuk mengikuti lomba cipta lagu Banjar tahunan dalam rangka peringatan Hari Jadi Kotamadya Banjarmasin.

“Sejak saat itu, lagu ini berkembang menjadi salah satu karya yang cukup dikenal dan memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Banjar,” ucap Dino. Selasa, 14 April 2026.

Dalam perjalanannya, “Baras Kuning” telah dihadirkan dalam berbagai aransemen musik, mulai dari nuansa tradisional dengan iringan musik panting khas Banjar hingga versi pop modern. Menariknya, lagu ini selama ini identik dinyanyikan oleh penyanyi perempuan.

“Kali ini, “Baras Kuning” tampil berbeda. Lagu tersebut dibawakan oleh penyanyi pria dengan balutan musik jazz big band yang memberikan nuansa megah, dinamis, dan penuh warna.,” ucap Dino.

Ia berharap perubahan ini menjadi angin segar sekaligus memperluas interpretasi terhadap lagu daerah tersebut. Dino menjelaskan, aransemen musik terbaru ini digarap oleh musisi yang dikenal sebagai Iwan Bandung, yang juga turut mengisi vokal dalam versi terbaru lagu tersebut.

Dalam proses produksinya, Iwan memanfaatkan teknologi digital berupa VST Sound Library untuk menciptakan orkestrasi yang kaya dan modern. “Contoh lagu ‘Baras Kuning’ dia unduh dari channel YouTube saya, kemudian hasil garapannya saya terima dalam format MP3,” ujar Dino menjelaskan proses kolaborasi tersebut.

Kehadiran versi baru “Baras Kuning” ini menjadi bukti bahwa lagu daerah tetap relevan dan dapat terus berkembang mengikuti zaman. Inovasi dalam aransemen diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk kembali mengenal dan mencintai musik tradisional Banjar.

Dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan akar budaya, “Baras Kuning” kini menjelma sebagai jembatan antara tradisi dan kreativitas masa kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....