Madihin Syair Bakisah: Palui Umpat Banisfuan di Masigit

  • 04 Feb 2026 12:34 WIB
  •  Banjarmasin

​RRI.CO.ID, Banjarmasin – Madihin, dengan humor dan kearifan lokal, menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus refleksi sosial. H. Anang Syahrani menghadirkan sosok Palui dalam Ragam Budaya Madihin Syair Bakisah di RRI Pro4 Banjarmasin, Selasa, 3 Februari 2026.

Maestro madihin tersebut menyampaikan bahwa selain mengundang tawa, kisah Palui juga mengandung banyak pesan moral untuk direnungkan. Kisah 'Palui Umpat Banisfuan di Masigit' menjadi contoh semangat peribadatan sekaligus warisan budaya leluhur.

"Ini adalah warisan budaya sejak lama yang kemudian tersentuh dengan nilai-nilai Islam," ujar Anang Syahrani. “Banisfuan sudah menjadi rutinitas tiap tahun menjelang Ramadhan.”

Cerita Palui Umpat Banisfuan di Masigit disampaikan dengan gaya khas Anang Syahrani melalui kisah, syair, dan madihin. Kisah tersebut menekankan pentingnya manajemen dan persiapan, baik secara sosial maupun spiritual, menjelang bulan Ramadan.

H. Anang Syahrani menekankan bahwa Nisfu Sya’ban adalah tradisi religius yang sarat nilai kebaikan. Niat yang ikhlas dalam setiap aktivitas merupakan bentuk ibadah kepada Allah Swt, bukan sekadar persiapan fisik.

"Nisfu Sya'ban adalah gabungan antara warisan tradisi dan sentuhan agama," ucap Anang Syahrani. “Ibadah itu perlu kepekaan hati, Insya Allah akan iijabah Illahi.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....