Sendratasik Berkarya 15 Angkat Kisah Ratu Zaleha
- 04 Jan 2026 12:56 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Sendratasik Berkarya 15 menghadirkan pertunjukan “Sang Ratu” yang mengangkat sisi psikologis Ratu Zaleha, pejuang perempuan asal Banjar. Pergelaran ini digelar pada Sabtu, (3/1/2026) di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalimantan Selatan.
Kegiatan ini merupakan pergelaran seni mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. Pergelaran tersebut menjadi bagian dari mata kuliah pergelaran seni yang menampilkan kolaborasi lintas cabang seni.
Pimpinan Produksi Sendratasik Berkarya 15, Abdullah Samad Ilham, mengatakan kegiatan ini menjadi output akademik mahasiswa Pendidikan Seni Pertunjukan. Pertunjukan yang ditampilkan berjudul “Sang Ratu” dengan menggabungkan unsur teater, tari, dan musik.
“Kegiatan ini merupakan output dari mata kuliah pergelaran seni mahasiswa semester tujuh Jurusan PSP, yang dikolaborasikan dengan pertunjukan teater, tari, dan musik,” ujarnya.
Ia menyebut pertunjukan ini mengangkat kisah tokoh perempuan Banjar, Ratu Zaleha, dengan pendekatan yang berbeda dari pementasan sejarah pada umumnya. Cerita tidak hanya menonjolkan perjuangan fisik, tetapi juga menggali sisi psikologis tokoh.
“Kali ini kami mengangkat dari sisi psikologis Ratu Zaleha, seperti bagaimana beliau diasingkan ke Bogor, hingga cerita kembalinya Ratu Zaleha ke Tanah Banjar,” katanya.
Kegiatan yang melibatkan berbagai angkatan mahasiswa Jurusan PSP ini memang digarap dengan menyoroti sisi psikologis Ratu Zaleha sebagai fokus utama. Samad menyampaikan pendekatan tersebut diambil untuk menghadirkan sudut pandang baru dalam pementasan kisah sejarah.
Sementara itu, Ketua Jurusan PSP, FKIP ULM, Muhammad Budi Zakia Sani, berharap pertunjukan ini dapat kembali merekatkan kebersamaan antarangkatan di Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan. Ia juga menilai kegiatan ini menjadi refleksi dalam perkembangan seni pertunjukan budaya Banjar.
“Semoga kegiatan pertunjukan ini dapat kembali merefleksikan bagaimana karya yang dihadirkan kawan-kawan PSP mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan seni pertunjukan di Kalimantan Selatan,” katanya.
Melalui pertunjukan ini, masyarakat diajak untuk kembali mengingat sejarah lokal Kalimantan Selatan. Kisah Ratu Zaleha dinilai penting sebagai simbol keteladanan perempuan Banjar sekaligus upaya pelestarian budaya daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....