Madihin Syair Bakisah, Abu Nawas dan Lalat Penghancur Istana

  • 23 Des 2024 08:01 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin : Maestro Madihin, H. Anang Syahrani saat mengisi acara Madihin Syair Bakisah di RRI Pro4 Banjarmasin, Selasa (3/12/2024) menyampaikan nasehat dalam lantunan syair yang dibalut dengan kisah tentang Abu Nawas yang dikenal jenaka dan cerdik.

Cerita ini diawali ketika sang Sulthan Harun Nurrasyid penguasa Baghdad bermimpi menggali tumpukan emas dan permata yang tak ternilai harganya tersimpan dibawah rumah Abu Nawas dan emas dan permata tersebut berhasil ditemukan. Ketika Sulthan bangun dari tidurnya dan mimpi berakhir dia bermaksud mewujudkan mimpinya tersebut dengan memerintahkan prajurit untuk mendatangi rumah Abu Nawas.

"Pada saat pasukan sultan datang dan membongkar rumah Abu Nawas untuk menggali rumahnya dia tidak berada ditempat. Tetapi setelah digali, ternyata emas dan permata itu tidak ditemukan, yang membuat Abu Nawas Kesal dan bersedih adalah Sultan tidak meminta maaf kepadanya. Bahkan tidak ada ganti rugi atas kerusakan yang telah dibuat orang-orang Kesultanan," ujar Anang Syahrani menuturkan ceritanya.

Anang Syahrani melanjutkan cerita Abu Nawas menemukan ide setelah menyaksikan lalat-lalat yang menghiggapi makanan yang dihidangkan isterinya karena tidak dimakan Abu Nawas lantas basi. Melihat hal tersebut Abu Nawas tersenyum gembira. Dengan wajah berseri-seri Abu Nawas berangkat menuju istana,

Abu Nawas kemudian menyampaikan kepada Sultan, “Maaf Sultan, aku menemuimu untuk mengadukan perlakuan tamu-tamu yang tak diundang. Lalat-lalat memasuki rumahku tanpa izin dan berani memakan makananku, kalau bukan kepadamu, kepada siapa lagi aku harus mengadukan ketidakadilan ini?” lanjut Abu Nawas.

Anang Syahrani melanjutkan ceritanya, Abu Nawan hanya ingin mendapatkan izin tertulis dari Sultan untuk bisa menghukum lalat-lalat ini. Akhirnya Sultan menguizinkan Abu Nawas untuk memukul lalat-lalat tersebut dimanapun mereka hinggap. Akhirnya seluruh perlengkapan istana Dimana lalat-lalat hinggap semua hancur dengan pukulan tongkat besi yang telah disiapkan Abu Nawas yang langsung disaksikan Sultan tanpa komentar sedikitpun karena merasa bersalah terhadap apa yang dilakukannya terhadap rumah Abu nawas.

Mengakhiri lantunan syair Madihinnya Anang Syahrani menyampaikan "Nasehat dari kisah ini yaitu setiap perbuatan zalim yang kita lakukan terhadap orang lain suatu saat akan terbalas baik langsung ataupun tidak langsung." Kata Anang Syahrani, mengingatkan.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....