Mengungkap Sejarah ORI, Cikal Bakal Rupiah
- 15 Sep 2026 10:54 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Perjalanan Rupiah sebagai mata uang Indonesia tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, pemerintah Republik Indonesia berupaya memiliki mata uang sendiri sebagai salah satu simbol kedaulatan negara.
Sebelum Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) beredar, masyarakat masih menggunakan berbagai jenis mata uang, termasuk uang Jepang dan uang yang diterbitkan De Javasche Bank. Kondisi tersebut mendorong pemerintah Republik Indonesia menerbitkan ORI sebagai alat pembayaran yang sah.
Melalui laman laman Visual.kemenkeu.go.id dijelaskan bahwa pemerintah menetapkan ORI mulai berlaku pada 30 Oktober 1946. Sehari sebelumnya, Wakil Presiden Mohammad Hatta menyampaikan pidato melalui RRI Yogyakarta yang mengumumkan bahwa ORI akan menjadi alat pembayaran yang sah dan menggantikan uang Jepang serta uang De Javasche Bank.
Pemberlakuan ORI bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan ekonomi, tetapi juga menjadi simbol kedaulatan Republik Indonesia. Bank Indonesia mencatat, kehadiran ORI menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan sekaligus membangkitkan rasa solidaritas dan nasionalisme masyarakat.
Dalam perjalanannya, peredaran ORI menghadapi berbagai kendala akibat situasi perang dan wilayah Indonesia yang luas. Terputusnya komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah kemudian mendorong penerbitan ORI-Daerah atau ORIDA, antara lain di Sumatra, Banten, Tapanuli dan Banda Aceh.
Setelah Konferensi Meja Bundar pada 1949 dan terbentuknya Republik Indonesia Serikat atau RIS, sistem moneter Indonesia kembali mengalami perubahan. Bank Indonesia mencatat, pemerintah RIS mulai menggunakan mata uang RIS sejak 1 Januari 1950, sementara ORI dan ORIDA kemudian ditarik dari peredaran pada 1 Mei 1950.
Fase tersebut berlangsung singkat karena pada Agustus 1950 Indonesia kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setelah perjalanan panjang tersebut, penggunaan Rupiah terus berkembang sebagai mata uang nasional dan menjadi salah satu simbol identitas serta kedaulatan ekonomi Indonesia.
Sejarah ORI menunjukkan bahwa uang tidak sekadar berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga memiliki makna penting dalam perjalanan sebuah bangsa. Dari ORI yang dicetak dalam situasi perjuangan hingga Rupiah yang digunakan masyarakat saat ini, perjalanan mata uang Indonesia menjadi bagian dari sejarah mempertahankan kedaulatan negara
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....