Menembus Lorong Sempit Demi Gizi Siswa
- 20 Apr 2026 16:48 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Permukiman padat di Gang Dwikora, Jalan Veteran, Banjarmasin Timur, punya pemandangan unik setiap pagi. Sebuah gerobak baja ringan tampak lincah menembus akses jalan sempit yang sulit dilalui kendaraan besar.
Gerobak sederhana inilah yang menjadi pahlawan bagi 115 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Khadijah demi menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala MI Khadijah, Suriansyah, bercerita bahwa awalnya akses jalan yang terbatas sempat menjadi tembok penghalang bagi penyaluran nutrisi siswanya.
"Awalnya pihak MBG memang tidak memiliki akses untuk mengantarkan langsung ke sekolah. Sebab gang yang sempit tidak bisa dimasuki armada distribusi mereka," ujarnya kepada RRI.
Kondisi tersebut akhirnya menemui titik terang setelah pihak sekolah berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sungai Bilu. Kesepakatan pun terbentuk, di mana pihak sekolah bersedia menjemput paket makanan di depan mulut gang menggunakan sarana mandiri.
Sosok Beni Haryoto kemudian hadir mengambil alih tugas pengantaran. Sebelumnya, para pengajar sempat kewalahan karena harus bolak-balik mengangkut paket makanan menggunakan sepeda motor di sela waktu mengajar.
"Awalnya guru sendiri yang mengangkut, namun karena kesusahan sambil mengajar akhirnya mereka meminta tolong kepada saya. Saya mengantar paket ini dari depan gang menuju sekolah sekitar 200 meter," ucap Beni sembari merapikan paket makanan.
Namun, perjuangan Beni menjangkau sekolah tersebut tidak langsung menggunakan armada yang mumpuni. Ia sempat mengandalkan unit gerobak kayu seadanya milik warga sekitar untuk memastikan distribusi tetap berjalan.
"Dulu awalnya hanya meminjam gerobak tahu milik warga sekitar. Baru sekitar setengah bulan kemudian, pihak sekolah membuatkan gerobak baja ringan yang digunakan sampai sekarang," katanya.
Langkah sekolah untuk membuat armada angkut yang lebih layak ini mengikuti arahan teknis dari pihak penyedia gizi. Kepala SPPG Sungai Bilu, Ahmad Rizqi, menekankan pentingnya standar sarana angkut demi menjaga kualitas makanan hingga ke tangan siswa.
"Kami memberikan informasi mengenai standar bentuk gerobak yang sesuai agar hieginitas makanan tetap terjaga. Kita minta mereka membuat gerobak yang tertutup dan bersih," Kta Rizqi menjelaskan.
Upaya ini pun berbuah manis, kini, deru roda gerobak baja ringan itu menjadi suara yang paling dinanti oleh para siswa saat jam istirahat tiba. Sholeh Zain, salah seorang siswa, mengaku senang karena kini bisa belajar dengan tenang tanpa perlu memikirkan rasa lapar.
"Alhamdulillah saya senang dapat makanan gratis ini karena uang jajan jadi lebih bisa diatur. Sekarang saya tidak merasa lapar lagi saat sedang mengikuti pelajaran," ucap siswa kelas enam itu.
Rasa syukur serupa juga mengalir dari para orang tua siswa yang merasa beban ekonomi keluarga kini sedikit berkurang. Herlina, salah satu wali murid, merasa program ini sangat membantu warga kurang mampu dalam memenuhi gizi harian anak.
"Anak-anak jadi sangat terbantu, terutama bagi mereka yang biasanya tidak sempat sarapan di rumah. Harapannya ke depan menu makanan bisa lebih bervariasi lagi sesuai selera anak-anak," katanya penuh harap.
Gerobak di Gang Dwikora ini menjadi bukti nyata bagaimana harapan mampu menembus batas infrastruktur yang terbatas. Sebab pada akhirnya, setiap anak di lorong tersempit sekalipun memiliki hak yang sama untuk mendapatkan asupan gizi terbaik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....