Gema Perdamaian Paskah di tengah Gejolak Global

  • 05 Apr 2026 21:10 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Di tengah gejolak konflik global yang kian memanas, perayaan Paskah di Kota Banjarmasin tahun ini membawa pesan perdamaian yang mendalam. Momentum kebangkitan Yesus Kristus kini tidak lagi dipandang sekadar ritual tahunan, melainkan menjadi seruan harapan yang tenang bagi dunia yang sedang tidak menentu.

Rangkaian Tri Hari Suci yang penuh khidmat menjadi narasi tentang harapan bagi seluruh umat di Kota Seribu Sungai. Makna Paskah sebagai refleksi utama untuk memaknai kebangkitan diingatkan kembali oleh Frater Pastoral Gereja Katolik Santa Perawan Maria Banjarmasin, Frater Claudio Tumbel MSC.

"Paskah memberikan harapan kepada orang beriman untuk percaya bahwa dalam keterpurukan hidup kita pun bisa turut bangkit. Artinya, sebuah pembaruan nyata dalam kehidupan kita ke depannya telah tersedia," ujarnya.

Namun dalam realitanya, tantangan perdamaian seringkali datang dari dalam diri manusia sendiri melalui sikap egoisme yang kerap memicu keretakan hubungan antar sesama. Kepala Paroki Katedral Keluarga Kudus Banjarmasin, Pastor Ignasius Tari MSF, menyoroti bagaimana ego tersebut telah menjadi akar dari perpecahan yang lebih luas.

"Dari kacamata iman, perdamaian tidak bisa dicapai dengan kekerasan apalagi melalui peperangan yang saat ini terjadi. Perdamaian hanya dapat diraih lewat teladan pengorbanan dan kerendahan hati yang menjadi wujud kasih tanpa batas," katanya menjelaskan.

Komitmen untuk terus berada di barisan terdepan dalam mempromosikan perdamaian terus dipegang teguh oleh Gereja Katolik. Pastor Ignasius menitipkan pesan tentang semangat tak kenal lelah untuk terus menyuarakan kasih bagi kemanusiaan.

"Gereja selalu memiliki sikap untuk memperjuangkan perdamaian melalui semangat mengorbankan diri dan cinta kasih kepada sesama manusia. Kita seharusnya berlomba-lomba dalam menebar kebaikan, bukan justru berlomba-lomba dalam persenjataan," ujarnya mengingatkan.

Keprihatinan terhadap konflik bersenjata yang masih meletus di berbagai negara juga menjadi poin penting dalam doa-doa yang dipanjatkan oleh umat. Sekretaris Keuskupan Banjarmasin, Pastor Managamtua Simbolon SJ, menyampaikan momentum Paskah adalah waktu yang tepat untuk merenungkan nasib mereka yang kehilangan ruang aman.

Panggilan untuk melangkah keluar dan hadir bagi mereka yang tersisihkan diingatkan kembali agar gema Paskah tidak hanya berhenti di dalam gedung gereja semata. Pastor Managamtua menegaskan pengharapan harus disalurkan hingga ke sudut-sudut kehidupan yang paling gelap.

"Pesan Paskah ini bersifat misioner untuk mengajak kita pergi keluar dan memberi pengharapan kepada orang-orang yang sedang mengalami ketidakadilan. Kehadiran kita dibutuhkan bagi mereka yang sakit, tertindas, hingga mereka yang mungkin merasa jauh dari Tuhan," ucapnya.

Perayaan Paskah di Banjarmasin tahun ini membawa pesan jelas bahwa perdamaian bukanlah hal yang mustahil. Kebangkitan yang sebenarnya adalah ketika manusia mampu kembali pada nilai kemanusiaan yang penuh cinta dan kasih.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....