Kisah Hendra, Tempuh Jalur Laut Demi Bertemu Keluarga di Kampung

  • 21 Mar 2026 22:38 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Momen Mudik selalu menjadi impian bagi para perantau terlebih pada saat hari lebaran. Mereka Memanfaatkan waktu libur bekerja untuk pulang ke kampung halaman bertemu dengan keluarga.

Seperti Hendra, pemudik asal Balikpapan yang menempuh perjalanan jalur laut untuk pulang ke jawa timur. Dari balikpapan, ia menuju ke Banjarmasin untuk menaiki Kapal laut melalui Pelabuhan Trisakti dengan tujuan Banjarmasin-Surabaya.

Hal yang menjadi istimewa adalah perjalanan kapal laut hari itu adalah penyebarangan kapal terakhir sebelum hari raya idulfitri. Sore sekitar pukul 18.00 WITA, kapal itu mulai berlayar perlahan meninggalkan pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

“Hari ini (Kamis) penyebrangan terakhir, tadi ngecek tiket hari ini terakhir sebelum lebaran,” kata Hendra.

Sore itu, cuaca dari Banjarmasin cukup mendung dan sedikit turun hujan. Suara bersahutan pun terdengar di dalam kapal, para penumpang berebut mencari tempat duduk.

Mereka ada yang sudah menemukan tempat duduk sesuai tiketnya. Sebagian mereka yang non-seat, mencari tempat yang kosong untuk dipasang tikar sebagai alas mereka untuk duduk dan tidur.

Hendra sendiri pun, memilih untuk keluar ruangan mencari tempat di atas sambil menikmati udara di perjalanan. Ia merasa tidak sabar untuk sampai ditujuan karena akan berkumpul bersama keluarga di kampung.

“Sekitar 2 tahun tidak pulang, disana (kampung) rumah istri, jadi banyak perantau dari sana yang tahun ini pada pulang kampung, jadi sekalian kumpul bersama lagi disana,” ujarnya.

Perjalanan dari Banjarmasin menuju Surabaya ditempuh kurang lebih 16 jam. Sambil Menunggu waktu, hendra sesekali memilih tidur agar tidak memikirkan perjalanan yang lumayan lama.

“Sesekali tidur, biar gak terasa nanti udah tinggal berapa jam lagi perjalanan. Tapi kalo pas kebangun memilih berkeliling kapal buat melihat suasana keramaian,” ucapnya.

Di dini hari, ketika ia tertidur terdengar suara pengumuman dari petugas untuk mengambil makanan sahur. Ia yang tertidur pulas, perlahan terbangun karena mendengar suara riuh dari penumpang lain yang sudah mulai mengantri untuk mengambil makanan sahur.

“Pertama kali sih bisa menikmati sahur diatas kapal. Tadi kebangun denger pengumuman, melihat udah antri panjang banget,” ujarnya.

Selesai menikmati makan sahur, ia keluar ruangan menuju atas kapal menikmati udara malam hari. Namun, Kondisi hujan yang perlahan mengguyur membuatnya kembali ke ruangan untuk melanjutkan tidurnya.

Singkat cerita, siang pukul 11.30 Waktu Indonesia bagian Barat, KM Dharma Rucitra I mulai memasuki dermaga Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Butuh waktu kurang lebih 2 jam, untuk kapal bersandar di dermaga karena antrian bongkar angkut kapal di depannya.

Ketika kapal sudah bersandar, suara pengumuman dari petugas mengintruksikan para penumpang untuk mulai keluar dari pintu kapal. Para penumpang pun mulai berhamburan untuk menuju pintu keluar, sebagian dari mereka menuju ruang keluar menuju kendaraan masing-masing, sebagian mereka keluar ke pintu khusus penumpang.

“Alhamdulillah, sampai di Surabaya dengan selamat. Setelah perjalanan panjang. Tapi senang karena seru bertemu orang-orang baru jadi seperti saudara sendiri,” kata Hendra.

Hendra pun mulai bergegas turun dari kapal dan menuju pintu keluar dari pelabuhan untuk mencari kendaraan yang sudah menungguinya beberapa waktu sebelum kapal datang. Ia pun akan melanjutkan perjalanan menuju rumah istrinya yang berada di Ngawi, Jawa Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....