Wanita Kota Air Ciptakan UMKM Berdayakan Warga Tani

  • 16 Mei 2025 22:01 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Kapuas: Ide bisnis kriya atau kerajinan tangan bernama “Anyaman Harati” terlihat memberikan peluang yang sangat besar, turunan aksesoris fashion yang begitu luas. Meskipun banyak sekali tantangan yang telah dihadapi, adanya pekerjaan yang bersifat dadakan dan jumlah pesanan yang terlalu banyak bahkan ketika kondisi sedang sakit, tidak membuat dirinya menolak pesanan tersebut.

Dayah sapaan akrabnya, berusia 31 tahun seorang alumnus Psikologi Islam dari UIN Antasari Banjarmasin. Lahir di Kapuas, Kalimantan Tengah. Daerah disini sering disebut sebagai Kota Air. Berada pada lingkungan keluarga yang mendukung sehingga orangtua selalu memberikan semangat untuk menyelesaikan pendidikan sampai stratra satu. Keluarga yg paling mendorong dan dominan adalah ibu yg selalu memberikan dukungan dan motivasi agar selalu berusaha dan tidak menyerah.

Nurhidayah menghadiri seremoni wisuda strata satunya pada tahun 2015 – nomor dua dari kanan (Foto: Dok.Dayah)

Hobinya membaca beragam macam buku telah mengasah kemampuan verbalnya. Kesenangannya hiking atau menyatu dengan alam telah mengajaknya memiliki riwayat sebagai mahasiswa pencinta alam dikala masa perkuliahannya kala itu. Seperti Pramuka dan Mapala.

Melalui organisasi tersebut gadis ini belajar banyak hal, bahwa alam itu menenangkan dan menyenangkan. Organisasi ini mengajarkannya bersosialisasi, bersahabat dan banyak lagi pengalaman lainnya yag sangat disyukurinya karena sempat memiliki keluarga kecil seperti teman-teman diorganisasi yangg berperan dan mengedukasi pada pengembangan kepribadian diri Dayah.

Menurutnya anak-anak muda jangan cuma terfokus pada sekolah dan akademik, cobalah menggali kreativitas diri. Agar kamu memiliki modal untuk hidup dimasyarakat. Dayah telah merasakan sendiri bahwa kalau tanpa kreativitas kita akan tertinggal dari orang yang diluar sana sudah berusaha keras untuk maju dan berkembang.

Jangan terlena dengan keadaan yang membuat kamu menjadi monoton. Aku adalah tipe orang yang selalu berani mencoba dan penasaran terhadap apa yang aku gemari, sehingga aku bisa terus maju dan berkembang,” katanya di Kapuas (12/5/2025).

Jeda Refreshing ditengah kegiatan Expo yang berlangsung di Denpasar (Foto: Dok.Dayah)

Ketika kita dihadapkan dengan momen bingung memulai darimana, gadis ini bilang "mulai dari apa yang kita bisa, apa yang kita punya dan lakukan kedua hal itu." Dia memberikan contoh apabila kita memiliki Smartphone maka gunakan misal untuk membikin gelanglah atau hal-hal sederhana sejenisnya kemudian rekam videonya tersebut lakukan posting di media sosial. Dia mendorong hal tersebut agar menjadi kreativitas, tidak terjadi ketertinggalan ungkapnya.

Untuk suami dan anak masih mendukung kegiatannya, dan yg paling berperan adalah Ibu yang selalu membantunya dalam pengembangan usahanya. Terlatih dari keluarga yang sederhana membuatnya tidak patah semangat untuk terus maju dan berkembang, sejak kecil sudah terbiasa bekerja serabutan, membuatnya semakin memiliki daya juang yg tinggi untuk survive dalam kondisi apapun.

Wanita yang masih muda ini banyak suka berteman, sangat akrab sama teman-temannya pada setiap tingkat sekolah, ternyata hal ini membawa dampak baik, berkat selalu menjaga hubungan baik. Seringnya teman-teman lah yg menjadi konsumen pertamanya.

Owner Anyaman Harati memberikan demonstrasi menganyam yang disaksikan oleh Wapres RI Ma’ruf Amin dan UMKM-UMKM di Pangkalanbun (Foto: Dok.Dayah)

Pemberdayaan Warga tani pun telah diterapkannya dengan mengakomodasi sumberdaya Ibu-Ibu sekitar yang bertani. Ada sekitar 11 orang termasuk Dayah yang menjalankan bersama-sama UMKM Anyaman Harati ini.

Ketika Warga tani atau Ibu-ibu sekitar tempatnya tinggal turut serta menjual bahan bakunya dan menjadi bagian dari unit produksi olahan anyaman, maka terbitlah terang. Sebuah cahaya baru yakni terciptanya berbagai produk fashion yang inovatif dan berdaya saing nasional dan bahkan sempat banyak pembeli dari manca negara seperti Australia dan Kanada. Di satu sisi, dapat menjual dengan harga lebih tinggi dibandingkan kompetitornya yang hanya mengandalkan pemasaran konvensional.

Dirinya telah menjalankan konsep sustainability dalam usaha ini seperti memanfaatkan kembali karung bekas yang bisa dibersihkan untuk packaging, menggunakan katalog digital dan pencatatan keuangan digital. Sebuah cara UMKM Go Green untuk mengurangi sampah kertas dan plastik terkait dampak lingkungan.

Sebuah inisiatif dan strategi bisnis yang Dayah lakukan juga tidak melupakan dengan pencapaian rekan usahanya yakni pemberian sistem rewards musiman untuk seluruh rekan kerjanya, seperti berbagi baju daster untuk ibu-ibu disana yang telah memberikan jasa pengolahan produksi.

Tuturnya kalau di hari raya juga berbagi seperti sembako, gula, dan lain-lain, masing-masing pasti akan mendapatkan. Jadi mereka senang dan akhirnya loyal ke UMKM yang dibangunnya ini dapat berkelanjutan atau sustainable. Yang berarti dampak sosial dari usaha ini yakni membuka lowongan pekerjaan untuk masyarakat sekitar desa yang turut bergabung dalam kelompok ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....