Belajar di BLK Jadikan Slamet Owner An-Nur Teknik
- 25 Apr 2025 19:52 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Panggilannya Slamet Karianto. Pria berusia 35 tahun ini adalah sosok yang pantang menyerah, berpandangan positif akan kehidupan. Ia jua suka mengamati keahlian orang lain yang memiliki kemampuan.
Sifat inilah yang menghantarkan dirinya menjadi teknisi yang terampil di beberapa bidang. Seperti halnya bidang kelistrikan, AC, dan jasa servis peralatan rumah tangga lainnya.
Suatu masa dia pernah berada dititik nol alias belum ada ilmu sama sekali di bidang ini. Hal itu tidak membuatnya “alergi” dengan kelistrikan. Titik nol sekaligus juga hambatan ekonomi dan karir yang ingin diraihnya.
Mendekati sebelum tahun 2019 dia mulai mendapat fasilitas pelatihan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui BLK (Balai Latihan Kerja). Karena alasan-alasan tertentu akhirnya dia memilih dunia Kelistrikan.
“Berawal dari ketidakmampuan secara ekonomi, dan lainnya, cuma itu kan bukan menjadi penghalang, bukan menjadi penghalang kita untuk tidak meningkatkan keterampilan kita, kita itu dihargai dari skillnya,” kata Slamet, Jumat (25/4/2025).
Ia menceritakan, saat dilatih di BLK itu awalnya memang bidang kelistrikan. Namun ditempat magangnya lah, dirinya mendapatkan Ilmu beragam yang lain, yakni saat magang di Hotel.
"Dahulu kursus di BLK Banjarbaru, tingkat provinsi, satu semester, enam bulan, tiga sampai empat bulan teori, dua bulan kita magang di hotel,” ucapnya.
Keterampilan baru lainnya ia dapatkan dengan semangat belajar mengamati dan meniru apa yang seniornya lakukan di hotel tersebut. Seperti sering menghandle AC, kitchen set, limbah septic tank dapur, kolam renang, teknik relokasi jalur air PDAM.
Setelah pembelajaran di hotel kemudian melatih keterampilan dirinya ketika bekerja di Rumah Sakit dan sekaligus di Mesjid. Dua tempat bersamaan banyak penghasilan yang disisihkan.
"Menisihkan penghasilan itu untuk saya menyiapkan diri membuka usaha mandiri dan mencicil peralatan teknik yang terus dibelinya sedikti demi sedikit," kata Slamet, menerangkan.
Tahun 2019 adalah awal dari segala kemandirian Slamet. Nama usaha An-Nur Teknik yang disiapkannya untuk melayani jasa servis tiga kategori layanan.
"Kategori A (Kelistrikan) seperti Instalasi Listrik 1-Phase dan 3-Phase, Perawatan Listrik Berkala Prabayar dan Paskabayar, dan Perbaikan Gangguan Listrik," ujarnya, menjelaskan.
Kategori B melayani Jasa Service AC Tempat Tinggal/Kantor/Mobil, Servis Kulkas dalam dan Luar kota, Servis Showcase tempat minuman dingin, servis freezer. Kategori C adalah Layanan Pembuatan Kanopi Baja Ringan untuk tempat tinggal, dan Servis Mesin Pompa Air.
Alamatnya di Jl. Sepakat RT.33 Pemurus Dalam, Kota Banjarmasin dan di Jl.Golf Komplek Rinartha 3 Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Dengan waktu pelayanan sesuai kesepakatan janjian.
Untuk pekerjaan tertentu Slamet tidak sendirian dan dibantu beberapa rekannya untuk mengerjakannya. Walaupun banyak juga tantangan yang dihadapi selama usaha mandirinya ini, Slamet selalu bersabar dan fokus pada pekerjaan sesuai kondisi situasional.
“ Bahkan pernah juga melayani Servis hingga ke luar kota seperti ke Martapura dan Pelaihari. Tantangan yang dihadapi, seperti kendala listrik yang saling berebut daya di satu RT, yang seharusnya bekerja 2 jam bisa menjadi 4-5 jam nunggu listrik normal dahulu. Namun itu teratasi saja kala itu,” kata Slamet.
Mengenai Pekerjaan yang ditekuninya dirinya selalu berprinsip bekerja dengan integritas dan kejujuran. Selain itu ketepatan waktu yang terbaik dan hanya menerima pembayaran ketika pekerjaan telah selesai.
“Kalau kerusakan kecil, dan nggak perlu sparepart yang belinya gak jauh, bisa aja selesai cepat,” ucapnya
Kejadian unik kesetrum pernah dialami, namun tidak sampai pingsan. Slamet menegaskan setelah dilatih dengan keras oleh BLK dengan standar safety yang tinggi, dia merasa sangat siap, dan sekarang telah bisa dilepas oleh BLK agar selamat dari kecelakaan kerja dengan risiko terendah.
Anugerah keahlian dan pengetahuan yang didapatkanya semua ini membuat dirinya lebih safety akan pekerjaan yang berisiko tinggi. Slamet sekarang merasa terlatih untuk proyek-proyek berikutnya.
“Kalau kita tidak punya keterampilan, ya mohon maaf, orang itu tidak bakalan menghargai dan memberikan value kepada kita, menjual apa, menjual value, mendapatkan value kita, mendapatkan income dari situ,” ucapnya, sambil tersenyum lebar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....