Rahmania Arunita: Kecerdasan Tidak Bergantung pada Daerah dan Keturunan

  • 13 Mar 2025 22:39 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Samarinda: Kisah pemudi Kalimantan Timur yang memiliki banyak prestasi bakalan membagikan tips kehidupan, tantangan hidup, dan pantangan apa saja sih yang menghambat manusia berkembang. Rahmania Arunita seorang anak dari tiga bersaudara yang sekarang hanya tinggal bersama ayahnya saja. Nia (21) sapaan akrabnya, seorang mahasiswi semester lima pada Program Studi Administrasi Kesehatan di salah satu Universitas Swasta di Yogyakarta.

“Pesan saya untuk generasi muda adalah, jangan pernah ragu untuk memulai. Setiap langkah kecil yang kita ambil, meskipun terasa sulit, akan membawa kita lebih dekat ke tujuan. Fokuslah pada proses, bukan hanya hasilnya Ingatlah bahwa kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian besar, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa terus berkembang dan memberi manfaat bagi orang lain,” katanya.

Pengalaman Meraih Puluhan Prestasi dalam Satu Tahun Terakhir

Tidak sedikit prestasi yang diperolehnya dalam satu tahun terakhir ini. Memenangkan empat medali emas dari bidang akademis seperti matematika, biologi, dan fisika. Gadis ini juga meraih sembilan pencapaian juara satu diantaranya bidang Tahfidz, Kaligrafi, Nasyid, Baca Puisi, Cipta Artikel Ilmiah, Cipta Quotes, Story Telling, Penulis Terbaik Nasional Buku Antologi. Serta beragam juara dua dan juara tiga yakni ada fotografi, esai, cipta cerpen, cipta pantun, vokal sholawat, hingga lomba poster digital. Buku yang telah dipublikasinya hingga enam judul sejak pertamanya pada tahun 2024 hingga 2025 ini.

Sebagian sertifikatnya, Medali Emas Biologi Februari 2025 (kiri), Juara 1 Lomba Tahfidz Al-Qur’an Tingkat Nasional Jan 2025 (tengah), Buku Penulis Terbaik Nasional "Ikhlas Tanpa Alasan" Terbitan Januari 2025 dan "Segera Pulih" Terbitan September 2024 (kanan)

Tantangan terbesarnya menghadapi berbagai kompetisi itu katanya terletak pada manajemen waktu dan menjaga fokus pikiran ketika banyak lomba sekaligus berbarengan dijalaninya. Meski Nia sempat merasa lelah dan ragu dengan kemampuannya, tetapi dia berhasil melewatinya dengan semangat mengingat tujuan awal untuk apa sebenarnya.

“Tetap disiplin dalam belajar dan berlatih, serta mengingat tujuan awal saya, kemandirian adalah hal penting dalam menghadapi tantangan,” katanya melalui telepon di Samarinda, Kamis (13/3/2025).

Alasan Nia Kenapa Menghafal Al-Qur’an Bisa Bikin Sukses di Berbagai Bidang

Menghafal Al-Qur'an, menurut Nia, memang berdampak besar terhadap kehidupannya di dunia. Al-Qur'an katanya memberikan ketenangan batin, yang membantunya tetap tenang menghadapi rintangan hidup. Memberinya daya berpikir, bertindak, dan menghadapi kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.

Meskpun banyak pemikiran orang-orang bahwa mengalami gagal itu membuat tertekan. Berbeda dengan Nia, sosok yang memiliiki strategi hidup dengan kedisiplinan, sabar, fokus, berani mencoba hal baru, dan fleksibilitasnya dalam merubah gaya belajar agar menjadi efektif, serta pantang menyerah. Karena menurutnya strategi belajar dapat ditemukan jika terus berusaha.

“Saya merasa tidak pantas disebut penghafal Al-Qur'an, karena saat ini saya lebih fokus menjaga hafalan yang saya miliki sejak MTs dan MA, daripada menambah hafalan baru. Saya usahakan tetap menjaga keseimbangan (antara akademik dan hafalan), meskipun saya lebih fokus pada studi akademik sekarang,” ucapnya.

Nia menanggapi stigma orang-orang Daerah Jawa lebih cerdas pada umumnya, katanya Stigma itu muncul karena banyaknya tokoh berprestasi dari pulau Jawa dan budaya disana dikenal menghargai pendidikan serta kerja keras. Namun, menurut Nia, kecerdasan tidak tergantung pada daerah asal maupun keturunan, melainkan pada tiga hal, usaha, lingkungan yang mendukung, dan kesempatan belajar yang dimanfaatkan seseorang dengan bijak.

Apa yang Akan Nia Lakukan Sebagai Seorang Anak dan Inspirator Bangsa

Dengan bekal kemampuannya ini semua, Nia berencana ingin memanfaatkan ilmunya untuk pengajaran Al-Qur’an kepada orang lain agar bisa membantu orang lain lebih mudah memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari serta membentuk karakter yang lebih baik.

“Mimpi terbesar saya di masa depan adalah bisa mengajar Al-Qur'an kepada banyak orang, terutama generasi muda, agar mereka bisa lebih memahami dan mengamalkan ajaran-Nya. Untuk mewujudkannya, saya berencana untuk terus memperdalam ilmu agama saya, mengasah kemampuan mengajar, dan mencari kesempatan untuk berbagi ilmu dengan orang lain. Saya juga ingin menciptakan lingkungan yang mendukung proses belajar agar lebih banyak orang dapat merasakan manfaatnya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....