Siklus Coffee Berawal dari Ide Sederhana Tiga Sahabat

  • 29 Sep 2026 16:01 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Rizky Anwari membangun Siklus Coffee sejak Desember 2021 bersama tiga temannya dengan memanfaatkan ruko kosong di samping rumahnya.
  • Usaha kopi ini telah beroperasi selama 4,5 tahun sejak realisasi pertama kalinya pada akhir 2021.
  • Ide bisnis berasal dari peluang melihat ruko yang kosong dan tidak digunakan selama satu setengah tahun kemudian dikonversi menjadi kedai kopi.

KBRN, Banjarmasin - Rizky Anwari atau Kyan membangun Siklus Coffee dari ide sederhana bersama tiga temannya. Usaha tersebut telah berjalan sekitar 4,5 tahun sejak pertama kali direalisasikan pada Desember 2021.

Ide tersebut berawal dari ruko kosong di samping rumah yang sebelumnya digunakan untuk beberapa usaha. Setelah ruko tidak digunakan selama sekitar satu setengah tahun, Kyan bersama tiga temannya melihat peluang untuk membangun usaha sendiri.

“Bermula dari nongkrong bersama tiga teman dan berpikir ke depan sepertinya akan malu minta uang sama orang tua,” ujar Kyan saat mengisi program siaran Muda Kreatif di RRI Pro2 Banjarmasin, Selasa, 29 September 2026. “Akhirnya nyeletuk, kayaknya kita bikin bisnis aja karena ada toko kosong meski enggak tahu modalnya dari mana.”

Dari kebiasaan nongkrong dan menikmati kopi, muncul gagasan menjadikan tempat tersebut sebagai ruang usaha. Gagasan itu kemudian direalisasikan dengan mencari berbagai peralatan dan kebutuhan usaha pada Desember 2021.

Dalam mengembangkan Siklus Coffee, Kyan turut dibantu teman-temannya dalam pengelolaan dan pengembangan usaha. Nama Siklus dipilih dari beberapa pilihan karena menggambarkan roda kehidupan yang memiliki berbagai fase.

Pengelolaan Siklus Coffee dilakukan melalui koordinasi bersama, mulai dari menentukan menu hingga mengadakan berbagai kegiatan. Meski demikian, keputusan tertentu tetap ditentukan Kyan sebagai pemilik usaha.

Sebagai kedai kopi yang tidak berukuran besar, Siklus Coffee memilih menghadirkan makanan ringan dan unik bagi pelanggan. Kyan juga menggandeng toko di sebelahnya untuk menyediakan makanan melalui konsep kerja sama yang saling membantu.

“Jadi kita kerja sama untuk makanan sendiri sama toko sebelah, saling membantu lah,” ujarnya. “Yang sebelah enggak ada tempat dine in, jadi makannya bisa ke toko kita.”

Kyan mengajak anak muda untuk berani menghasilkan ide dan mengembangkannya menjadi peluang usaha. Menurutnya, ide sederhana dapat berkembang ketika diwujudkan melalui keberanian, kerja sama, dan proses yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....