Jamu JAMU-AN Hadir Setiap Minggu di Siring Tendean
- 20 Sep 2026 11:17 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Jamu tetap menjadi minuman tradisional yang diminati masyarakat Banjarmasin karena dibuat dari bahan-bahan alami dan dipercaya menjaga kebugaran tubuh.
- Jamu mudah ditemukan di berbagai pusat kuliner dan pedagang kaki lima di Kota Banjarmasin dengan harga terjangkau.
- Pedagang jamu seperti Jaidah Nurbaiti dengan usaha JAMU-AN secara aktif memasarkan produknya setiap Minggu di kawasan Siring Jalan Kapten Pierre Tendean dari pukul 07.00 hingga 11.00 Wita.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Jamu menjadi salah satu minuman tradisional yang masih diminati masyarakat karena dibuat dari bahan-bahan alami. Minuman ini kerap dikonsumsi sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran tubuh sekaligus menyegarkan badan.
Jamu mudah ditemukan di berbagai pusat kuliner maupun pedagang kaki lima di Kota Banjarmasin. Salah satunya JAMU-AN milik Jaidah Nurbaiti yang membuka lapak setiap Minggu di kawasan Siring Jalan Kapten Pierre Tendean, mulai pukul 07.00 hingga 11.00 Wita.
JAMU-AN menyediakan sejumlah varian jamu, seperti kunyit asam sirih, jamu rapet wanita, dan jahe rempah. Produk tersebut dijual dengan harga mulai Rp1.000 untuk botol kecil, sedangkan botol besar dibanderol Rp18.000.
Jaidah mengatakan usaha JAMU-AN tersebut baru dijalaninya selama beberapa bulan. Meski masih tergolong baru, dagangannya mendapat respons dari masyarakat yang berkunjung ke kawasan siring setiap akhir pekan.
“Alhamdulillah pembeli cukup ramai, terkadang jamu habis terjual dan terkadang masih tersisa,” kata Jaidah Nurbaiti, Minggu, 20 September 2026. “Semoga usaha ini dapat terus berkembang dan memiliki lebih banyak pelanggan.”
Salah satu pembeli, Mutia, mengaku rutin membeli jamu di lapak JAMU-AN setiap Minggu. Ia memilih jamu tersebut karena mudah ditemukan dan harganya terjangkau.
“Saya setiap hari Minggu selalu mampir untuk membeli jamu di sini. Harganya juga terjangkau,” ujarnya.
Keberadaan JAMU-AN turut menambah pilihan minuman tradisional bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan Siring Tendean. Usaha tersebut juga menjadi salah satu cara mempertahankan keberadaan jamu sebagai bagian dari kuliner tradisional di Kota Banjarmasin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....