Inovasi dan Digitalisasi Jadi Kunci UMKM Naik Kelas

  • 19 Agt 2026 16:12 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • UMKM rumahan memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi bisnis yang berdaya saing dan berkelanjutan dengan pengelolaan usaha yang baik.
  • Inovasi dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen menjadi faktor penting bagi UMKM untuk dapat naik kelas dan bertahan di pasar.
  • Usaha rumahan umumnya berawal dari kebutuhan dan kreativitas masyarakat, sehingga memiliki fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dirintis dari rumah memiliki peluang untuk berkembang menjadi bisnis yang berdaya saing dan berkelanjutan. Pengelolaan usaha yang baik, inovasi, serta kemampuan membaca kebutuhan konsumen menjadi faktor penting agar UMKM dapat naik kelas.

Hal tersebut disampaikan oleh Noorahmiati, S.E., M.M. dalam acara Ruang UMKM di RRI Pro.4 Banjarmasin, Rabu, 19 Agustus 2026. Akademisi sekaligus Pendamping UMKM Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan itu menilai usaha rumahan memiliki potensi besar karena umumnya berawal dari kebutuhan dan kreativitas masyarakat.

Menurut Noorahmiati, keberanian untuk terus belajar dan melakukan inovasi menjadi modal penting bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Pelaku usaha juga perlu memahami perubahan kebutuhan konsumen, termasuk strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Bagi pelaku usaha, penting mengetahui inovasi dan membaca kebutuhan konsumen, termasuk bagaimana pemasarannya,” ujar Noorahmiati. “Dengan memahami kebutuhan konsumen, pelaku usaha dapat mengembangkan produk yang lebih sesuai dengan pasar.”

Ia menjelaskan UMKM yang mampu naik kelas memiliki sejumlah indikator, di antaranya kualitas produk semakin baik, jangkauan pasar semakin luas, kondisi keuangan stabil, pemanfaatan teknologi digital semakin kuat, serta memiliki bisnis yang berkelanjutan.

Noorahmiati mengatakan salah satu tantangan yang masih sering ditemui dalam pendampingan UMKM adalah terbatasnya pemahaman mengenai manajemen usaha. Selain persaingan yang semakin ketat, perubahan perilaku konsumen yang semakin mengarah ke digital juga menjadi tantangan bagi pelaku usaha.

“Tantangan pelaku usaha itu beragam, termasuk perubahan bahan baku dan promosi yang kompetitif,” katanya. “Ada juga UMKM yang belum memiliki sistem dalam mengelola usahanya.”

Ia menilai pendampingan UMKM tidak hanya bertujuan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi saat ini. Pendampingan juga diperlukan untuk membangun kemandirian agar pelaku usaha mampu mengelola dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Menurutnya, terdapat sejumlah kunci yang perlu diperhatikan agar UMKM dapat naik kelas, yakni kualitas produk, kemasan, pengelolaan keuangan, koneksi digital, dan keberlanjutan usaha. Kelima aspek tersebut perlu dikembangkan secara beriringan agar bisnis mampu bertahan di tengah persaingan.

“Selain kemauan untuk terus belajar, kunci keberlanjutan UMKM adalah melakukan inovasi, baik produk maupun kemasan,” ujarnya. “Pelaku usaha juga harus mampu beradaptasi terhadap perubahan dan membangun storytelling yang kuat agar produk memiliki nilai lebih di mata konsumen.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....