Kedai Bambu Merah Bangun Identitas Usaha lewat Menu Presto

  • 30 Jun 2026 09:24 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Owner Kedai Bambu Merah, Sitti Lathiifa, membagikan pengalaman membangun identitas usaha kuliner dalam program Ruang UMKM RRI Pro 4 Banjarmasin. Menurutnya, UMKM tidak cukup hanya memiliki produk yang enak, tetapi juga harus memiliki ciri khas yang mudah diingat pelanggan.

Sitti menjelaskan, sejak berdiri pada 2009, Kedai Bambu Merah memilih mengembangkan berbagai menu olahan presto sebagai identitas usaha. "Produk boleh ditiru, harga bisa disaingi, tetapi identitas usaha jauh lebih sulit ditiru," ujarnya.

Menu seperti ayam presto, bebek presto, bandeng presto, hingga ceker presto menjadi andalan karena memiliki cita rasa khas dengan bumbu yang lebih meresap dan tekstur yang empuk. "Kami ingin ketika orang memikirkan menu presto, mereka akan mengingat Kedai Bambu Merah," katanya.

Ia mengatakan, fokus pada satu produk unggulan membuat kualitas lebih mudah dijaga, proses produksi lebih efisien, serta promosi menjadi lebih terarah. Hal itu juga membantu pelanggan mengenali karakter usaha dibandingkan hanya menawarkan banyak pilihan menu.

Selain menjaga cita rasa, Kedai Bambu Merah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap proses produksi dan pelayanan. Menurut Sitti, sistem yang baik menjadi kunci agar kualitas tetap konsisten meski usaha terus berkembang.

"Brand bukan sekadar logo, tetapi janji kualitas yang selalu ditepati," ujarnya.

Dalam dialog tersebut, Sitti juga berbagi pengalaman saat menghadapi pandemi COVID-19. Ia bersama tim berinovasi dengan menyediakan produk siap masak dan layanan antar. Sehingga usaha tetap dapat melayani pelanggan di tengah pembatasan aktivitas.

Saat ini Kedai Bambu Merah telah menjadi UMKM binaan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin serta mengantongi Sertifikat Halal. Menurutnya, pembinaan yang diterima membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas manajemen, legalitas, hingga pelayanan kepada pelanggan.

Menutup dialog, Sitti mengajak para pelaku UMKM untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran. Ia menilai inovasi dan konsistensi menjadi modal penting untuk mempertahankan usaha.

"Jangan hanya mengikuti tren. Jadilah yang terbaik pada satu bidang. Ketika pelanggan datang karena kualitas dan identitas usaha, mereka akan kembali dan merekomendasikannya kepada orang lain," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....