Inovasi ULM Ubah Mangrove Jadi Produk Sabun Herbal Bernilai Ekonomi
- 24 Jun 2026 08:50 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Tanah Laut - Hamparan mangrove di Desa Pagatan Besar kini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pesisir, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat setempat. Daun mangrove jenis api-api (Avicennia sp.) diolah menjadi sabun herbal bernilai ekonomi yang menjanjikan.
Melalui inovasi tersebut, mangrove yang selama ini identik dengan konservasi kini disulap menjadi produk sabun herbal yang bermanfaat luas. Produk ini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir yang sebelumnya bergantung pada sektor tradisional.
Selain memiliki nilai ekonomi, sabun herbal berbahan mangrove juga memperkenalkan potensi biodiversitas pesisir yang sering terabaikan. Pemanfaatan ini mendorong perubahan pandangan bahwa mangrove tidak hanya sekadar tanaman konservasi.
Ketua Tim Pengabdian ULM, Muhammad Salauddin Ramadhan Djarod, menjelaskan teknologi pembuatan sabun dibuat sederhana agar mudah diterapkan masyarakat. Tujuannya agar masyarakat dapat dengan cepat mengadopsi dan mengembangkan produk tersebut secara mandiri.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mangrove memiliki nilai ekonomi tinggi apabila diolah dengan tepat,” ujarnya, Selasa, 23 Juni 2026. “Tidak hanya menunjukkan potensi, program ini juga mendampingi pengelolaan usaha hingga pemasaran produk.”
Program ini merupakan bagian dari Program Dosen Wajib Mengabdi Prodi Ilmu Kelautan FPIK ULM tahun 2026. Kegiatan berlangsung selama lima hari pada 12–16 Juni dengan melibatkan pemuda Karang Taruna dan masyarakat Desa Pagatan Besar.
Peserta juga diperkenalkan pada merek AVICEN Tech-Botanics sebagai contoh pengembangan produk herbal berbasis mangrove lokal. Pelatihan pemasaran digital turut diberikan agar produk dapat menjangkau konsumen lebih luas melalui platform daring.
“Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu pintu keberhasilan pemasaran produk herbal mangrove,” ujar Dosen Ilmu Kelautan ULM, Ira Puspita Dewi. “Langkah sederhana ini dapat mengundang calon pembeli dengan lebih mudah.”
Antusiasme masyarakat terlihat hingga akhir kegiatan karena pelatihan dinilai mudah diterapkan dengan bahan sederhana sehari-hari. Inovasi ini diharapkan menjadi jalan baru bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan kesejahteraan melalui potensi alam yang dimiliki.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....