Rela Mengantre, Warga Banjarmasin Gemari Tahu Tempe Gunting

  • 15 Jun 2026 11:44 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Tahu tempe gunting atau yang juga dikenal dengan sebutan tahu tempe petis menjadi salah satu jajanan tradisional yang banyak diminati masyarakat di Kota Banjarmasin. Popularitas makanan ini terlihat dari banyaknya pembeli yang rela mengantre untuk mendapatkan sajian tersebut.

Di kawasan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, warga sudah mengetahui waktu kedatangan pedagang yang akrab disapa Paman Penjual. Gerobak tahu tempe gunting biasanya mulai berjualan setelah Salat Magrib dan selalu ramai didatangi pelanggan.

Sebagian pembeli memilih menikmati tahu tempe gunting langsung di lokasi penjualan. Namun tidak sedikit pula yang membeli untuk dibawa pulang dan dinikmati bersama keluarga di rumah.

Setiap malam, gerobak tahu tempe gunting dapat ditemukan di samping jembatan setelah Pasar Sungai Andai. Lokasi tersebut menjadi salah satu titik favorit warga yang ingin menikmati jajanan tradisional dengan harga terjangkau.

Selain di Sungai Andai, pedagang tahu tempe gunting juga kerap berjualan di kawasan halaman masuk Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Kehadirannya sebelum dan sesudah Salat Jumat selalu menarik perhatian jamaah dari berbagai kalangan usia.

Suasana serupa juga terlihat setiap pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan Nol Kilometer Siring eks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan. Banyak pengunjung yang menyempatkan diri membeli tahu tempe gunting setelah berolahraga atau menikmati suasana akhir pekan.

Salah seorang warga Banjarmasin, Lena, mengaku hanya sesekali datang ke CFD dan membeli tahu tempe gunting ketika sedang menginginkannya. Menurutnya, kegiatan di kawasan siring lebih sering diisi dengan bersantai sambil melihat aktivitas pengunjung lainnya.

"Saya kadang-kadang datang ke Car Free Day kalau memang ingin jalan-jalan. Kebetulan hari ini sedang ingin makan tahu tempe gunting, padahal biasanya saya hanya duduk santai di siring sambil melihat orang berbelanja," ujar Lena, Minggu 14 Juni 2026.

Sementara itu, warga lainnya, Lusi, mengaku belum pernah mencicipi tahu tempe gunting yang dijual di kawasan Nol Kilometer Siring. Meski demikian, ia sering membeli makanan serupa di beberapa lokasi lain di Kota Banjarmasin.

"Saya lebih sering membeli tahu tempe gunting di sekitar Jembatan RK Ilir, dekat Kantor Pajak. Biasanya saya membungkus untuk dibawa pulang, tetapi kadang juga menikmatinya bersama teman-teman," kata Lusi, Senin 15 Juni 2026.

Lena menambahkan kenyamanan kawasan publik menjadi salah satu alasan dirinya rutin beraktivitas di luar rumah bersama keluarga maupun teman. Ia menilai keberadaan pengamen atau pengemis tidak menjadi persoalan selama tidak mengganggu pengunjung.

"Kalau suasananya tertib dan nyaman, saya senang berolahraga atau berjalan-jalan bersama anak maupun teman. Selama tidak mengganggu, keberadaan pengamen atau pengemis menurut saya tidak menjadi masalah," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....