Tren Boleh Diikuti, Karakter Produk Tetap Harus Dijaga
- 13 Jun 2026 10:34 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pelaku usaha fashion perlu memahami perkembangan tren di era digital. Namun, tren sebaiknya dijadikan inspirasi tanpa menghilangkan identitas dan karakter produk yang dimiliki.
Hal tersebut disampaikan dosen dan mentor bisnis kreatif, Erini Junita Sari, BA (Hons), M.Sc., dalam Program Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 12 Juni 2026. Dialog tersebut mengangkat tema Perempuan Milenial, Fashion Lokal, dan UMKM Kreatif Kalimantan.
Menurut Erin, perkembangan media sosial melahirkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Kondisi tersebut membuat masyarakat cenderung mengikuti tren yang sedang populer.
“Pelaku usaha perlu memahami tren yang berkembang di masyarakat,” ujarnya. “Namun, tren harus disesuaikan dengan karakter dan identitas produk yang dimiliki.”
Ia menjelaskan, pemahaman terhadap target pasar menjadi faktor penting dalam menjalankan bisnis fashion. Target pasar akan memengaruhi desain produk, kualitas bahan, harga jual, hingga strategi promosi yang diterapkan.
Menurut Erin, mengetahui siapa konsumen yang dituju dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan bisnis dengan lebih tepat. Dengan demikian, produk yang dihasilkan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.
Selain memahami pasar, pelaku usaha juga perlu menyusun perencanaan keuangan yang baik. Pengelolaan anggaran yang tepat membantu mengatur biaya produksi, pemasaran, hingga pengembangan usaha secara lebih efektif.
“Jangan takut untuk memulai dan mencoba,” katanya. “Konsistensi dalam belajar serta kemampuan beradaptasi akan membuat usaha mampu bertahan dan berkembang.”
Ia berharap pelaku usaha, khususnya generasi muda, terus berinovasi dalam mengembangkan produk lokal. Menurutnya, kreativitas yang didukung pemahaman pasar dan pengelolaan usaha yang baik akan meningkatkan daya saing produk di tengah persaingan industri fashion yang semakin dinamis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....