Izin Edar Gratis, BPOM Dorong Produk UMKM Lebih Kompetitif

  • 10 Jun 2026 11:12 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Upaya mendorong daya saing produk UMKM terus dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain kebijakan tarif izin edar Rp0 bagi usaha mikro dan kecil, BPOM juga menyediakan program pendampingan gratis hingga izin edar produk diterbitkan.

Hal tersebut disampaikan Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Balai Besar POM di Banjarbaru, Lanny Syanjaya, S.Farm., Apt., saat menjadi narasumber dalam program Ruang UMKM RRI Pro4 Banjarmasin, Selasa, 9 Juni 2026. Ia menjelaskan berbagai kemudahan yang kini diberikan pemerintah kepada pelaku UMKM.

Lanny mengatakan masih banyak pelaku UMKM yang ragu mengurus izin edar karena menganggap prosesnya rumit dan membutuhkan biaya besar. Padahal, pemerintah telah memberikan berbagai kemudahan agar produk UMKM dapat beredar secara legal dan aman.

“Selain biaya yang kini lebih ringan, bahkan gratis untuk kategori tertentu, BPOM juga melakukan pendampingan agar UMKM tidak berjalan sendiri dalam proses perizinan,” ucapnya.

Melalui program Ganii UMKM, Balai Besar POM di Banjarbaru melakukan pendampingan jemput bola kepada pelaku usaha pangan olahan, obat tradisional, dan kosmetik. Program ini bertujuan membantu pelaku usaha memahami persyaratan hingga proses registrasi produk.

Lanny menegaskan bahwa izin edar memiliki manfaat lebih dari sekadar administrasi. Produk yang telah memiliki izin edar akan memperoleh kepercayaan lebih tinggi dari konsumen karena telah melalui evaluasi keamanan dan mutu.

Selain itu, legalitas produk juga membuka peluang lebih luas untuk masuk ke pasar ritel modern hingga ekspor. Ia berharap pelaku UMKM tidak lagi menunda pengurusan izin edar.

“Sekarang kesempatan terbuka lebar bagi UMKM untuk berkembang,” ujarnya. “Yang terpenting adalah kemauan pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas dan legalitas produknya.”

Melalui berbagai kemudahan tersebut, BPOM optimistis semakin banyak produk UMKM Indonesia yang mampu bersaing di pasar domestik. Produk tersebut juga diharapkan dapat menembus pasar internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....