UMKM Banua Didorong Naik Kelas lewat Inovasi Pangan Lokal
- 09 Jun 2026 19:11 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Produk pangan lokal dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah di Kalimantan Selatan. Beragam produk khas Banua juga dinilai mampu meningkatkan nilai tambah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) jika dikelola secara inovatif dan berkelanjutan.
Hal tersebut mengemuka dalam program UMKM Bicara di RRI Pro1 Banjarmasin, Senin, 8 Juni 2026. Produk olahan khas Banua seperti wadai tradisional, amplang, kerupuk ikan, hingga pangan berbahan dasar singkong dan jagung dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Pemilik usaha Galeri Buah, Audia Nuryeni, mengatakan keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga strategi pengelolaan bisnis yang tepat. Menurutnya, pelaku UMKM perlu memperhitungkan modal, biaya produksi, dan pemasaran agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Strategi dalam melakukan usaha perlu diperhatikan. Agar keuntungan yang didapat seimbang dengan modal usaha,” ujar Audia Nuryeni.
Meski memiliki potensi besar, pelaku UMKM pangan lokal masih menghadapi berbagai tantangan. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan permodalan, standardisasi mutu produk, kualitas kemasan, serta promosi yang belum optimal.
Di tengah tantangan tersebut, transformasi digital menjadi salah satu strategi yang dinilai efektif untuk memperluas pasar. Pemanfaatan media sosial dan platform digital dapat membantu UMKM memperkenalkan produk mereka kepada konsumen yang lebih luas.
Sementara itu, Pemuda Pelopor Bidang Pangan Kota Banjarmasin, Haliza Nur Magfirah, mengatakan pengembangan pangan lokal tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku usaha. Upaya tersebut juga mampu menggerakkan sektor pertanian melalui pemanfaatan bahan baku daerah yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Dengan memanfaatkan bahan baku lokal dan mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, para UMKM tidak hanya meningkatkan pendapatan usahanya. Tetapi juga membantu menggerakkan sektor pertanian di Banua,” katanya.
Ia berharap pelaku UMKM terus berinovasi dalam menciptakan produk baru serta meningkatkan kualitas kemasan dan strategi pemasaran. Menurutnya, upaya menaikkan kelas pangan lokal bukan hanya tentang peningkatan penjualan, tetapi juga menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat.
Melalui inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi digital, UMKM Banua diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang tangguh dan berdaya saing. Dengan demikian, pangan lokal tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....