Independent Consultant Kalsel Beri Pendampingan Digital Pemuda dan UMKM

  • 10 Mei 2026 05:01 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID ,Banjarmasin - Komunitas Independent Consultant (IC) Kalsel terus mendorong pengembangan pemuda dan UMKM melalui pelatihan serta pendampingan digital. Program itu disampaikan dalam NGOBRAS di RRI Pro 1 Banjarmasin, Sabtu malam, 9 Mei 2026.

IC Kalsel merupakan komunitas kepemudaan dan pemberdayaan masyarakat di Kalimantan Selatan. Komunitas itu bergerak pada edukasi praktis, pengembangan skill, dan pendampingan UMKM untuk naik kelas.

Founder IC.Kalsel, Muammar Rizq Taufiq, mengatakan komunitas itu hadir karena banyak pemuda memiliki potensi besar. Namun, akses pembelajaran dan pendampingan masih terbatas.

“IC.Kalsel hadir sebagai ruang belajar dan kolaborasi bagi pemuda dan UMKM, " ujar Muammar. "Kami ingin mereka berkembang dan mampu bersaing di era digital."

Ia mengatakan program yang paling diminati meliputi digital marketing dan literasi keuangan UMKM. Selain itu, pelatihan public speaking, mentoring bisnis, hingga pembuatan CV ATS juga diminati peserta.

Menurut Muammar, tantangan terbesar pemuda saat ini adalah kurangnya keberanian memulai pengembangan diri. Banyak anak muda memiliki kemampuan, tetapi belum memahami arah pengembangan skill dan portofolio.

“Jangan takut mencoba dan jangan hanya menjadi penonton," katanya. "Mulailah dari hal kecil dan terus tingkatkan kemampuan diri."

Muammar menambahkan, IC Kalsel telah membina lebih dari 100 pemuda dan hampir 50 UMKM. Pendampingan dilakukan melalui pelatihan, mentoring, hingga pengelolaan keuangan usaha.

Pada 2025, Muammar meraih Juara 2 Pemuda Berprestasi Kalimantan Selatan bidang Pendidikan, Sains, dan Teknologi. Penghargaan itu diberikan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Program Coordinator IC Kalsel, Selvia Azzahra Taufiq, mengatakan komunitas ini fokus menghadirkan program sesuai kebutuhan anak muda. Kegiatan meliputi personal branding, networking, pengembangan karier, serta membantu mereka mendapatkan peluang kerja dan prestasi.

“Banyak pemuda memiliki kemampuan, tetapi belum tahu menampilkan potensinya dengan baik, " ujar Selvia. "Karena itu kami membantu pembuatan CV ATS dan portofolio."

Selvia menekankan kolaborasi dan keberanian belajar menjadi faktor utama agar pemuda mampu berkembang. Ia berharap anak muda Kalsel lebih percaya diri menghadapi dunia kerja dan usaha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....