UMKM Nyanyat Foodies Banjarmasin Tembus Pasar Global

  • 05 Mei 2026 10:01 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kisah inspiratif pelaku usaha lokal kembali hadir dalam program UMKM Bicara RRI Pro 1 Banjarmasin, Senin sore , 4 Mei 2926. Mengusung tema “Inspirasi Sederhana Jadi Bisnis Laris”, program ini menghadirkan Fatimah, pemilik usaha kuliner Nyanyat Foodies.

Dalam perbincangan tersebut, Fatimah membagikan perjalanan usahanya membangun Nyanyat Foodies, bisnis kuliner khas Banjar yang berbasis di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Nyanyat Foodies dikenal sebagai usaha yang mengangkat cita rasa lokal dengan sentuhan inovasi modern. Produk yang ditawarkan tetap mempertahankan kekhasan kuliner Banjar, namun dikemas secara lebih menarik dan mengikuti selera pasar masa kini.

Fatimah memulai usahanya pada tahun 2020, di tengah situasi pandemi Covid-19. Dengan modal awal sebesar Rp500 ribu, ia memberanikan diri merintis usaha dari skala kecil..Produk yang ditawarkan berupa makanan khas Banjar dengan daya simpan lama. Hal ini memudahkan konsumen menikmati lauk praktis di berbagai situasi.

"Produk yang menjadi unggulan kami meliputi kentang mustofa, rabuk ayam, dan rabuk haruan. Selain itu, tersedia mamandai, bawang goreng, serta minuman bunga telang," ucap Fatimah.

Dijelaskannya bahwa produk Nyanyat Foodies kini telah dipasarkan di berbagai toko modern dan pusat oleh-oleh. Distribusi juga menjangkau swalayan hingga rumah makan di Banjarmasin dan Banjarbaru.

“Usaha ini saya mulai dengan niat kuat dan keberanian mencoba. Saya ingin menghadirkan lauk praktis yang bisa dinikmati semua kalangan,” ujar Fatimah.

Menurutnya, walaupun persaingan ketat, produk nyanyat foodies terus menjaga kualitas rasa dan berinovasi. Dan selalu aktif promosi, baik online maupun door to door. Produk ini sudah memiliki legalitas lengkap dan sertifikasi halal. Bahkan, produknya telah menembus pasar internasional hingga Australia.

Untuk menjaga kualitas, produk dikemas higienis dan mampu bertahan hingga lima bulan. Penyimpanan cukup di suhu ruang dan terhindar dari sinar matahari langsung.

Dalam pengembangan usaha, Fatimah juga memberdayakan masyarakat sekitar. Saat ini, ia memiliki tujuh karyawan dari lingkungan terdekat. Strategi pemasaran dilakukan melalui media sosial dan kerja sama dengan influencer. Cara ini dinilai efektif meningkatkan penjualan di masa pandemi.

“Modal kecil bukan halangan, yang penting berani memulai dan konsisten," katanya. " Kita juga harus punya identitas produk agar mudah diingat konsumen.

Ke depan, Fatimah berencana memperluas usaha dengan membangun pabrik lebih besar. Ia berharap produk lokal Banjar mampu bersaing di pasar global.

Program ini menjadi motivasi bagi pelaku UMKM untuk terus berkembang. Semangat inovasi dan ketekunan dinilai menjadi kunci keberhasilan usaha.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....