Kiprah dan Inspirasi Pengusaha Perempuan dari IKASBA

  • 29 Apr 2026 10:01 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Program Ragam Budaya RRI Pro4 Banjarmasin edisi Senin, 27 April 2026, mengangkat topik "Peran Perempuan Ikasba dalam Memajukan UMKM di KalSel". Siaran ini menghadirkan perwakilan Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa (IKASBA), Dewi Setiawati, S.E., M.M., Dr. Ni Nyoman Suarniki, M.M., Ratu, Lilyanti Oetama, dan Masrani Noor.

Dewi Setiawati menjelaskan bahwa ia telah berkecimpung di bisnis agen perjalanan wisata sejak 2004. Menurutnya, perempuan memiliki peluang karier yang luas di sektor pariwisata, baik di tingkat domestik maupun mancanegara.

"Berawal dari hobi jalan-jalan dan belanja oleh-oleh, saya akhirnya memutuskan terjun ke bisnis paket tur domestik hingga mancanegara," ujar Dewi. "Kini, saya juga dipercaya menjabat sebagai Direktur Akademi Pariwisata Nasional Banjarmasin."

Masrani Noor menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap para pelaku usaha perempuan. Menurutnya, inovasi perempuan dalam pengembangan pemasaran digital telah mendorong pertumbuhan usaha lokal secara signifikan.

"Teman-teman perempuan kita di IKASBA ini bermacam-macam usahanya," ujar Masrani. "Dari bidang kuliner, budidaya jamur, pariwisata, hingga pengolahan eco-enzim, makanya kami hadir di sini untuk menyebarluaskan pengalaman agar bisa menginspirasi generasi muda."

Kemudian, Ratu juga menjelaskan bahwa ia telah berkarier di industri kuliner selama puluhan tahun. Fokus usahanya meliputi produksi kacang goreng, roti pisang, bolu, hingga aneka kue tradisional khas Banjar.

"Awalnya saya menjalankan usaha sendiri dengan promosi terbatas dari mulut ke mulut," ujar Ratu. "Namun, karena tekad untuk terus berkembang, saya memutuskan bergabung dengan komunitas UMKM untuk memperluas wawasan."

Lilyanti Oetama juga mengatakan, bahwa ia sudah lama berkolaborasi dengan UMKM di Kalsel. Ia selalu berbagi informasi pelatihan kepada para pelaku UMKM lokal tentang permodalan, prosedur pengurusan izin usaha, dan sertifikat halal sebagai syarat utama untuk naik kelas.

"Saya juga terjun di pengolahan limbah organik karena limbah organik ternyata bisa berbahaya," ujar Lily. "Dari limbah organik yang kita buang sembarangan, itu bisa mendatangkan hama dan sebagainya, baunya mengganggu, dan mengeluarkan gas metana, sehingga perempuan harus tau ilmu ini."

Ni Nyoman Suarniki menyampaikan bahwa ia menjalani perannya sebagai akademisi sekaligus pelaku usaha dengan penuh rasa gembira tanpa menganggap itu beban. Ia juga mendorong kaum perempuan agar lebih berani melangkah maju, terutama dalam membangun usaha sendiri.

Melalui berbagai pengalaman yang dibagikan, IKASBA menekankan bahwa perempuan Banua memiliki potensi besar untuk berkiprah lebih luas di dunia usaha. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kehadiran para pengusaha perempuan ini diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi yang tangguh, baik di tingkat lokal maupun nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....