Wagub Kalsel Hasnuryadi Apresiasi Purun UMKM Amuntai

  • 08 Mar 2026 11:28 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Amuntai - Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Hasnuryadi Sulaiman mengapresiasi kerajinan purun yang dikembangkan para pelaku UMKM di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kerajinan berbahan baku tanaman purun tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus menjadi warisan keterampilan tradisional masyarakat setempat.

Apresiasi itu disampaikan Wagub Hasnuryadi saat mengunjungi Kelompok Usaha Galeri Kembang Ilung di Desa Banyu Hirang, Kecamatan Amuntai Selatan, Sabtu 7 Maret 2026. Usai melaksanakan Safari Ramadan 1447 Hijriah dan buka puasa bersama di Masjid Rasyidiyah.

Didampingi Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kalsel drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan usaha kerajinan khas daerah yang telah menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat HSU. Dalam kesempatan itu, Hasnuryadi menilai kerajinan purun yang diolah menjadi berbagai produk memiliki potensi besar untuk terus berkembang, bahkan hingga menembus pasar internasional.

“Produk kerajinan dari HSU ini kualitasnya sangat baik. Kerajinan purun ini menunjukkan bahwa karya masyarakat banua memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.

Kerajinan purun di HSU sendiri telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Tanaman purun yang tumbuh di lahan rawa dimanfaatkan sebagai bahan dasar anyaman yang diolah menjadi berbagai produk. Deperti tas, dompet, topi, hingga berbagai perlengkapan rumah tangga.

Menurut Hasnuryadi, keterampilan mengolah purun tersebut merupakan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Dari awalnya hanya menjadi aktivitas rumah tangga, kini kerajinan tersebut berkembang menjadi usaha produktif yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Keterampilan mengolah bahan baku lokal seperti purun ini diwariskan dari generasi ke generasi. Dari ibu rumah tangga kemudian berkembang menjadi usaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” katanya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga terus mendorong penguatan sektor UMKM, termasuk kerajinan purun, melalui berbagai program dukungan seperti pelatihan digitalisasi pemasaran hingga perluasan akses pasar. Selain itu, pemerintah juga menyediakan outlet khusus bagi produk UMKM di bandara melalui Dinas Koperasi dan UKM, sehingga para pengrajin dapat memasarkan produknya dengan sistem konsinyasi tanpa dipungut biaya.

Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan kerajinan purun khas Hulu Sungai Utara tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu memperkuat perekonomian masyarakat Kalimantan Selatan secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita