Desain Hati: Bangga Terhadap Warisan Budaya Sendiri

  • 05 Feb 2026 17:49 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Desain tidak hanya soal visual, tetapi juga tentang membangun ikatan emosional. "Konsep desain hati disebut sebagai upaya merangkai cerita agar produk, budaya, dan tradisi memiliki makna yang dirasakan, bukan sekadar dilihat" kata Dhea Qistina, Graphic Designer Wetland Box, dalam siaran Ruang UMKM Pro4 RRI Banjarmasin, Rabu 4 Februari 2026. .

Tema yang diangkat dalam siaran tersebut adalah Desain Hati: Mengapa Kita Malu pada Warisan Sendiri.Tema itu merupakan pengembangan dari skripsi Dhea yang menyoroti persoalan identitas, kebanggaan, dan cara generasi muda memandang warisan budaya Banjar.

Menariknya, sebelum siaran dimulai, Dhea sempat kebasahan akibat gerimis ringan saat menyeberang dari Wetland Box menuju studio RRI Banjarmasin. Meski jarak kedua lokasi terbilang dekat, cuaca tak menyurutkan semangatnya untuk tetap hadir dan berbagi gagasannya.

“Walaupun gerimis, ulun tetap semangat karena ini ruang yang penting untuk berdiskusi soal budaya dan UMKM,” ujar Dhea sambil tersenyum di awal siaran. 

Kehadirannya semakin mencuri perhatian dengan kebaya merah yang dikenakannya, yang ternyata merupakan warisan langsung dari sang nenek. Kebaya merah tersebut menjadi simbol nyata dari pesan yang disampaikan Dhea sepanjang siaran. 

Dikatakann bahwa dirinya tidak hanya membicarakan soal kebanggaan terhadap warisan budaya. Kebanggaan itu juga harus dipraktiikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ulun justru bangga memakai warisan keluarga. Ini bukan sekadar pakaian, tapi cerita, identitas, dan rasa memiliki,” ucapnya. Rasa malu terhadap budaya sendiri kerap muncul karena kurangnya pemahaman akan nilai dan cerita di balik warisan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....