Empat Dekade Keliling, Mislan Setia Jualan Pisang Molen

  • 24 Jul 2025 14:00 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Mislan, pria asal Banjarmasin, telah 41 tahun menjajakan pisang molen keliling. Setiap hari, ia mangkal di Jalan Ratu Zaleha, Kelurahan Karang Mekar, Banjarmasin, tepat di samping toko Eiger.

Ia mulai berjualan pukul 12 siang dan biasanya selesai pukul 6 sore. Di balik kesederhanaan gerobaknya, tersimpan ketekunan dan rasa yang konsisten.

Pisang molen yang dijual Mislan selalu dibuat dari pisang matang. Ia percaya rasa manis dan tekstur empuk hanya bisa didapat dari buah yang benar-benar siap olah.

“Kalau dapat pisang belum matang, saya lebih baik tidak jualan,” ucapnya tegas, sembari melayani pembeli, Kamis (24/7/2025).

Ia menambahkan, harga satu molen hanya seribu rupiah, namun soal rasa tak perlu diragukan. “Manis dan gurihnya bikin banyak orang ketagihan, makanya sering beli lebih dari satu,” ujarnya.

Menurutnya, saat cuaca hujan justru dagangan lebih cepat habis. Jika semua molen ludes, ia bisa meraih pendapatan kotor hingga Rp570 ribu dalam sehari.

Namun, saat panas terik, kata Mislan, jumlah pembeli berkurang dan hasil jualan ikut menurun. Meski begitu, Ia tetap semangat mendorong gerobaknya demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Ia berharap pembeli terus mendukung usaha kecil sepertinya. “Semoga pemerintah dan pihak terkait terus membantu UMKM seperti kami,” ucapnya, penuh harap.

Sementara itu, Sari, salah seorang pembeli, menyebut pisang molen buatan Mislan punya rasa yang khas dan selalu konsisten. Ia mengaku sudah langganan sejak beberapa tahun lalu karena rasanya tidak pernah mengecewakan.

“Pisang molennya renyah, isinya manis dan lembut. Saya suka karena selalu hangat dan baru digoreng,” ujar Sari sambil tersenyum.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....