Investor Pasar Modal Kalsel Tembus 400 Ribu

  • 16 Agt 2026 14:28 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pertumbuhan investor pasar modal di Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan tren positif hingga Juni 2026. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kalsel menempati posisi ke-16 dari 38 provinsi dengan jumlah investor mencapai 400.982 orang.

Kepala Unit Administrasi Produk Investasi KSEI, Soli Deo Gloria, Sabtu, 15 Agustus 2026, mengatakan berdasarkan data Single Investor Identification (SID), investor pasar modal masih didominasi investor individu yang mencapai sekitar 28 juta orang. Sementara investor institusi sekitar 87 ribu, dengan investor domestik mencapai 22,9 juta dan investor asing sekitar 46 ribu.

Kota Banjarmasin menjadi salah satu daerah dengan jumlah investor pasar modal tertinggi di Kalsel, yakni 92.698 investor atau sekitar 23 persen dari total investor di provinsi tersebut. Kondisi ini menunjukkan semakin luasnya minat masyarakat untuk berinvestasi melalui pasar modal.

“Dari sisi demografi, investor pasar modal masih didominasi laki-laki 64,41 persen, perempuan mencapai 35,59 persen,” ujarnya. “Berdasarkan kelompok usia, investor berusia di bawah 30 tahun mendominasi dengan porsi 54,12 persen dan kepemilikan aset mencapai 64,89 persen.”

Secara nasional, jumlah investor pasar modal Indonesia hingga akhir Juni 2026 mencapai 28,96 juta investor. Jumlah tersebut mencakup investor saham dan surat berharga lainnya, surat utang, reksa dana, serta surat berharga negara, atau meningkat 42,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara berdasarkan tingkat pendidikan, investor dengan latar belakang pendidikan SMA mencapai 62,25 persen dengan nilai aset Rp200,6 triliun. Adapun nilai aset terbesar berdasarkan tingkat pendidikan dimiliki oleh investor lulusan S1.

“Kami berharap pertumbuhan jumlah investor dapat diikuti dengan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal,” katanya. “Penguatan transparansi, tata kelola, likuiditas, dan perluasan keterlibatan pelaku pasar dinilai penting guna membangun ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....