Kelola Harta dengan Bijak, Raih Berkah di Tahun Baru Hijriah

  • 13 Jun 2026 07:51 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Penghujung tahun Hijriah menjadi momentum muhasabah pengelolaan harta.
  • Evaluasi perlu dilakukan terhadap sumber penghasilan dan penggunaan rezeki.
  • Islam mengajarkan pentingnya memperoleh harta secara halal dan amanah.
  • Harta yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan rasa syukur dan kepedulian sosial.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Muhasabah pengelolaan harta menjadi salah satu refleksi penting yang perlu dilakukan umat Islam menjelang berakhirnya tahun Hijriah. Momen pergantian tahun dinilai tepat untuk mengevaluasi cara memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan rezeki yang telah dianugerahkan Allah Swt.

Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Haris Faulidi Asnawi, LC., MSI, dalam Dialog Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 13 Juni 2026. Menurutnya, penghujung tahun Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai pergantian waktu dalam kalender Islam, tetapi juga momentum introspeksi diri.

“Dalam Islam, muhasabah adalah upaya menilai diri sebelum kelak kita dihisab oleh Allah Swt,” ucap Haris Faulidi Asnawi. “Karena itu, akhir tahun Hijriah menjadi waktu yang tepat untuk meninjau kembali bagaimana kita memperoleh dan menggunakan harta selama setahun terakhir.”

Ia menjelaskan bahwa evaluasi terhadap harta perlu dimulai dari sumber penghasilan yang diperoleh. Setiap muslim, katanya, dituntut memastikan rezeki yang didapat berasal dari cara yang halal, jujur, dan sesuai dengan tuntunan syariat.

“Keberkahan harta tidak hanya ditentukan oleh banyaknya jumlah yang dimiliki. Harta yang diperoleh secara halal dan amanah jauh lebih bernilai di sisi Allah dibandingkan harta yang banyak tetapi diperoleh melalui cara yang tidak diridhai-Nya,” katanya.

Selain memperhatikan sumber penghasilan, pola penggunaan harta juga perlu menjadi bahan introspeksi. Islam mengajarkan sikap seimbang dalam membelanjakan rezeki, yakni tidak berlebihan, tidak kikir, dan mengutamakan kebutuhan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Menurut Haris Faulidi, pengelolaan harta yang baik akan melahirkan rasa syukur serta kepedulian sosial. Karena itu, setiap muslim perlu memastikan bahwa rezeki yang dimiliki menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan memberikan manfaat kepada sesama.

“Pada akhirnya, yang perlu kita tanyakan kepada diri sendiri adalah apakah harta yang Allah titipkan selama ini semakin mendekatkan kita kepada-Nya atau justru menjauhkan kita dari-Nya,” ujar Haris Faulidi Asnawi. “Harta yang baik akan melahirkan rasa syukur, kepedulian sosial, serta ketaatan yang lebih besar kepada Allah Swt.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....