Kemenkeu Tutup Lelang Serentak Harat Banar Tahun 2025

  • 19 Jun 2025 07:37 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarbaru: Kementerian Keuangan menutup secara resmi rangkaian kegiatan Lelang Serentak Harat Banar (LSHB) 2025 yang digelar di Kalimantan Selatan dan Tengah. Empat unit vertikal Kemenkeu, yaitu DJKN, DJP, DJPb, dan DJBC, bersatu dalam menghadirkan pelayanan publik yang sistemik dan berdampak langsung. Kolaborasi ini tak hanya memperkuat penerimaan negara, tapi juga mendorong partisipasi masyarakat dan pelaku UMKM secara aktif. (18/6/2025)

Dalam hal ini, Kepala Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah yang mewakili Kemenkeu Satu, Syamsinar, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga membuka ruang bagi UMKM lokal. “Sebanyak tujuh pelaku UMKM dari Kalsel dan Kalteng menampilkan 24 lot produk dalam lelang resmi. Ini bukti nyata bahwa lelang negara kini lebih terbuka, inklusif, dan mendukung ekonomi lokal. Selain itu, tercatat total 200 lot dilelang, mulai dari barang sitaan, BMN, hingga kendaraan bermotor dengan nilai limit mencapai Rp14 miliar,” ujarnya.

Fungsi Lelang sebagai Law Enforcement Selain sebagai instrumen penerimaan, lelang juga berfungsi sebagai bagian dari penegakan hukum (law enforcement), khususnya dalam penyelesaian piutang negara. Sebagian dari upaya penagihan aktif ini berakhir dalam bentuk tindakan penyitaan dan selanjutnya dilaksanakan melalui mekanisme lelang yang sah dan transparan.

Dengan demikian, lelang bukan hanya proses jual beli, melainkan perwujudan keadilan fiskal yang bisa diawasi publik. Syamsinar menekankan bahwa sebagian penyelesaian piutang ini dilakukan melalui penyitaan dan lelang secara sah dan transparan.

Dalam pelaksanaannya, Kemenkeu memastikan bahwa seluruh proses lelang dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. “Semua proses diawasi dan dilakukan melalui website resmi lelang.go.id, balai lelang swasta seperti IBID dan JBA serta disiarkan langsung lewat live streaming. Pejabat lelang kelas II juga selalu mendampingi,” ucapnya.

LSHB 2025 tak hanya menjadi agenda lelang semata, tapi juga simbol kolaborasi lintas fungsi yang kuat, adapun rangkaian kegiatannya meliputi talkshow, edukasi UMKM, open house, dan live lelang yang terbuka untuk umum. Pendekatan edukatif, partisipatif, dan solutif ini menunjukkan bahwa Kemenkeu terus berinovasi dalam menjalankan tugasnya untuk negara dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....