Tingkat Penghunian Kamar Hotel Kalsel Turun, Sinyal Lesunya Wisatawan

  • 05 Apr 2026 10:42 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Kinerja sektor perhotelan di Kalimantan Selatan pada Februari 2026 menunjukkan tekanan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mengalami penurunan cukup tajam.

"Ini terjadi seiring melemahnya pergerakan wisatawan, khususnya dari dalam daerah," kata epala Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif, di Banjarbaru, Sabtu 4 April 2026.

Mukhanif, mengungkapkan TPK Februari 2026 hanya mencapai 44,70 persen. Angka ini turun 8,59 poin dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 49,30 persen.

Penurunan juga terlihat secara tahunan. Jika dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 53,29 persen, TPK Februari tahun ini turun 4,60 poin.

"Kondisi ini menjadi indikator melemahnya tingkat hunian hotel dalam dua arah sekaligus, baik bulanan maupun tahunan," ujarnya.

Dilihat dari klasifikasi, hotel bintang 3 masih menjadi penopang utama dengan tingkat hunian tertinggi sebesar 49,78 persen. Sebaliknya, hotel bintang 1 mencatat tingkat hunian terendah, hanya 23,94 persen, menunjukkan segmen hotel kelas bawah paling terdampak.

Di tengah penurunan tersebut, rata-rata lama menginap (RLM) justru mengalami sedikit peningkatan. Pada Februari 2026, tamu hotel berbintang rata-rata menginap selama 1,50 malam, naik tipis dibanding Januari yang sebesar 1,46 malam.

Hotel bintang 3 kembali mencatat angka tertinggi dengan 1,59 malam. Sementara hotel bintang 1 terendah di angka 1,11 malam.

“TPK Februari 2026 mencapai 44,70 persen atau turun 8,59 poin dibanding TPK Januari 2026 yang sebesar 49,30 persen. Berdasarkan klasifikasi hotel bintang, pada Februari 2026, TPK tertinggi dicapai oleh klasifikasi hotel bintang 3, yaitu sebesar 49,78 persen, sedangkan TPK terendah terjadi pada hotel bintang 1 sebesar 23,94 persen,” ” kata Hanif, menerangkan.

Namun, peningkatan durasi menginap belum mampu menahan tekanan dari sisi jumlah tamu. Hal ini tercermin dari turunnya perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) asal Kalimantan Selatan.

Hingga Februari 2026, jumlah perjalanan wisnus tercatat sebanyak 3,17 juta perjalanan. Angka tersebut turun 8,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3,48 juta perjalanan.

"Penurunan mobilitas wisatawan ini menjadi isu utama yang membayangi sektor perhotelan daerah. Jika tren ini berlanjut, pelaku industri pariwisata dan perhotelan di Kalimantan Selatan berpotensi menghadapi tantangan lebih besar dalam menjaga tingkat hunian dan pendapatan." ucap Hanif, mengingatkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....